Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1%, Apa yang Terjadi?

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
01 July 2019 14:52
Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1%, Apa yang Terjadi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia (The World Bank) hari ini merilis riset terbarunya mengenai perekonomian Indonesia. Kali ini, Bank Dunia mengoreksi ke bawah untuk ramalan perekonomian Indonesia dari 5,2% menjadi 5,1% sepanjang tahun ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan, perekonomian Indonesia terkoreksi karena dipengaruhi oleh perekonomian global.

"Tentu faktor eksternal itu juga penting dan punya pengaruh besar. Misalnya saja salah satu komponen ke PDB adalah ekspor dan impor," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (1/7/2019).


Menurutnya, jika negara tujuan dagang Indonesia seperti China melambat maka akan terpengaruh besar juga ke perdagangan domestik. Oleh karenanya, ia berharap pemerintah terus melakukan upaya agar bisa menjaga ekspor tetap kuat.




"Jadi ketika ekspor kita enggak perform dia akan narik ke bawah. Nah maka dari itulah pemerintah berupaya bahwa ekspor ini butuh jalan panjang. Jadi, sekarang yang harus kita utamakan adalah menjaga stabilitas harga. Kita kembali ke pertumbuhannya untuk sementara ke konsumsi domestik. Jadi pengaruh ada, tetapi tidak hanya eksternal tapi juga domestik," jelasnya.

Selain itu, ada komponen lain juga yang mempengaruhi terkoreksinya PDB yakni perkembangan nilai tukar yang sangat terdampak dari eksternal. Nilai tukar yang melemah akan berdampak pada impor.

"Katakanlah pertumbuhan sektor industri itu juga akan alami penurunan. Dari sisi ekspor impor perlu di ingat bahwa di komponen PDB, ekspor dan impor itu bukan hanya barang saja, ada jasa," tambahnya.

"Jasa salah satunya wisatawan, kalau globalnya berpengaruh tentunya akan berpengaruh juga. Jadi dampak eksternal akan mengalir dari berbagai sudut, tidak hanya ekspor dan impor saja. Ekonomi global pasti akan ngaruh ke PDB, tapi alirannya bisa macam-macam."


BACA : Revisi ke Bawah, Bank Dunia Ramal PDB RI Cuma Tumbuh 5,1%



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading