Pertemuan Trump-Xi Bagai Babak Penting Avengers: Endgame

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 June 2019 17:42
Pertemuan Trump-Xi Bagai Babak Penting Avengers: Endgame
Jakarta, CNCB Indonesia - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China terus memanas belakangan ini. Bahkan kedua ekonomi terbesar dunia itu kini tidak hanya berselisih dalam hal perdagangan, namun telah merambat ke sektor teknologi, dan dampaknya tidak hanya menimpa kedua negara, tapi juga ke pertumbuhan ekonomi dunia.

Saking besarnya masalah mereka, nampaknya mengibaratkan kedua negara seperti dua kubu terkuat di film produksi Marvel, Avengers: Endgame, bisa jadi adalah hal yang tak meleset jauh. Meski begitu, tidak diketahui pasti siapa yang akan menang atau siapa yang berperan sebagai superhero maupun sang antagonis, dilansir dari Forbes, Selasa (25/6/2019).



Namun, pada pertemuan G20 di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni nanti, Presiden AS Donald Trump nampaknya lebih cocok dipandang sebagai Thanos, penjahat berkekuatan super yang menghancurkan dunia, mengingat perannya yang telah membuat keadaan ekonomi dunia berguncang.

Kenapa demikian? Mengutip laporan Forbes, Selasa (25/6/2019), hal pertama yang membuat Trump cocok diibaratkan sebagai Thanos adalah perannya dalam 'menghancurkan' pertumbuhan ekonomi dunia melalui cara yang tidak disukai, seperti menerapkan tarif impor dan menuntut perubahan pada berbagai macam kebijakan negara lain dengan landasan 'America First'.

Sementara itu, negara-negara penentang bea masuk Trump mulai dari Jerman, Australia, hingga China sendiri, ada di kubu seberang. Kesemua negara itu tidak hanya menentang bea impor Trump karena merugikan negaranya secara langsung, namun juga menentang kebijakannya yang telah telah menyulut ketegangan yang berkepanjangan.

Pertemuan Trump-Xi Bagai Babak Penting Avengers: EndgameFoto: Infografis/Perang Dagang/Edward Ricardo

Namun ternyata, untuk sebagian pihak, Presiden China Xi Jinping juga bisa menjadi Thanos. Hal itu lantaran China telah menguasai dunia dengan berbagai cara sejak bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001.


Praktiknya dalam mendominasi serta menguasai hak kekayaan intelektual telah lama membuat berang berbagai negara. Beijing juga berusaha untuk meningkatkan ekspor produk dari perusahaan yang disubsidi negaranya. Selain itu, utang China juga cukup mengganggu.

Langkah Trump menjatuhkan bea masuk sebesar 25% pada US$ 200 miliar barang impor China juga telah membuat Xi kalang kabut. Trump juga dikenal mampu membuat sentimen dunia berubah haluan dengan cuitannya di Twitter, serta langkahnya yang tidak pandang bulu pada sekutu dan musuhnya.



Baru-baru ini Trump telah memposting di Twitter tentang rencana pertemuannya dengan Xi di G20. Meski Trump mengatakan perundingan kedua negara akan "diperpanjang" dan dilangsungkan di sana, tapi beberapa staff pemerintahan Trump, termasuk Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan kesepakatan mungkin belum akan tercapai.

Apalagi, China nampaknya enggan menuruti keinginan Trump. Sementara itu, Trump sedang menghadapi tekanan politik di dalam negeri, di mana ia dituntut untuk mewujudkan janji kampanyenya demi mendapat dukungan publik pada pemilihan umum presiden 2020.

Salah satu janjinya adalah mengubah praktik dagang China dan mengurangi defisit perdagangan.

Di tengah tekanan ini, Trump terus mengancam Xi untuk menghapuskan subsidi yang diberikan negara ke perusahaan-perusahaannya dan membuat kesepakatan. Subsidi itu dipandang Trump sebagai penghalang bagi perusahaan asing yang berbisnis di China, termasuk perusahaan AS. Selain itu, Trump juga menuduh China memanfaatkan perusahaan negaranya untuk memata-matai AS.

Pertemuan Trump-Xi Bagai Babak Penting Avengers: EndgameFoto: Pria Indonesia dibalik Film Marvel (Photo: Film Frame ©Marvel Studios 2019)

Namun Xi tidak menyerah begitu saja dalam menghadapi tekanan Trump. Ia telah menerapkan tarif impornya sendiri untuk AS dan memberi potongan bea masuk untuk berbagai negara seperti Kanada, Jerman, Jepang dan negara-negara perdagangan utama lainnya.

"Saat Trump merugikan negara lain dengan tarifnya, China malah memberi 'hadiah' ke negara lain," kata sebuah laporan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Institut Ekonomi Internasional Peterson yang berbasis di Washington.



Jadi, menurut Anda siapakah Thanos yang sebenarnya?

Sedikit bocoran, menurut Josh Brolin, aktor yang memerankan Thanos, orang yang lebih cocok dianggap Thanos adalah Trump karena menurutnya Trump telah melahirkan kebijakan yang "tidak berperasaan".


Saksikan video mengenai Avengers: Endgame berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading