Titipan Pengusaha ke Jokowi: Pangkas Pajak Badan Jadi 17%

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
12 June 2019 - 19:03
Titipan Pengusaha ke Jokowi: Pangkas Pajak Badan Jadi 17%
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta masukan dari para pengusaha untuk fokus yang akan dikerjakannya pada periode kedua sebagai presiden. Pengusaha pun merespons, ada permintaan pamangkasan pajak, insentif, hingga mengatasi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

"Apa yang diinginkan pengusaha tapi jangan banyak-banyak. Tiga saja. Pak, kerjain ini pak. Pak, kerjain ini. Pak, kerjain ini. Stop. Enggak usah banyak-banyak," kelakar Jokowi.




Apa saja permintaan yang disampaikan pengusaha ke Jokowi?

"Pertama, bagaimana mengurangi CAD [current account deficit]," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di kompleks kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).

Salah satu solusi yang ditawarkan, bagaimana meningkatkan kualitas pekerja Indonesia terutama tenaga kerja yang selama ini bekerja di luar negeri. Devisa dari sektor tenaga kerja, selama ini bisa dioptimalkan untuk menambal CAD.

"Jadi itu bisa dorong dengan program vokasi yang sedang didorong pak presiden ini. Itu kita bilangnya quick win. Kalau naik US$ 10 miliar aja itu kan mengurangi CAD kita yang kurang lebih US$ 30 miliar," jelasnya.

Permintaan kedua, yakni penurunan tarif pajak badan atau pajak perusahaan agar bisa berkompetisi dengan negara-negara tetangga. Pengusaha menginginkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan turun di kisaran 17% - 18% dari yang saat ini sebesar 25%.

Permintaan ketiga, yakni bagaimana mengatasi persoalan deindustrialisasi. Menurut Rosan, pengusaha membutuhkan insentif tambahan untuk ikut serta menggairahkan industri domestik.

Titipan Pengusaha ke Jokowi: Pangkas Pajak Badan Jadi 17%Foto: Presiden Joko Widodo menerima Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)


"Istilahnya dua tangan saja. Kebijakan fiskal dan moneter. Mungkin kita bisa tumbuh seperti sekarang saja. Mesti ada 2 kebijakan lagi. Itu reformasi struktural dan sektor riil," tegas Rosan.

Di luar dari ketiga permintaan tersebut, satu hal yang ditekankan pengusaha adalah konsistensi kebijakan pemerintah. Dengan tidak ada kebijakan yang secara sporadis berubah, pengusaha pun akan terjaga.



"Konsistensi kebijakan yang ada. Konsistensi itu ada gak? Ada. Kan pemerintahannya berkelanjutan. Itu juga menambahkan kenyamanan," jelasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu Sore (12/6) menerima kunjungan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Dalam pertemuan yang digelar pada pukul 14:45 WIB itu, Jokowi secara langsung meminta masukan dari para pengusaha, terutama bagaimana memanfaatkan momentum dari ketidakpastian ekonomi global. (hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading