Bocor Surat Karyawan Garuda Ancam Mogok, Menhub: Sabar Dulu

News - Herdaru Purnomo & Samuel Pablo, CNBC Indonesia
27 April 2019 15:30
Beredar sebuah surat ancaman mogok kerja dari serikat pekerja, pilot, dan pramugari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Jakarta, CNBC Indonesia - Beredar sebuah surat ancaman mogok kerja dari serikat pekerja, pilot, dan pramugari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Surat yang dibuat pada Jumat (26/4/2019) kemarin ditandatangani Presiden APG Captain Bintang Hardiono dan Ketua Umum SEKARGA Ahmad Irfan. Ancaman mogok tersebut bukan meminta kenaikan gaji maupun pergantian direksi yang beberapa kali pernah diminta, tapi justru terkait dengan harga saham yang jatuh.

Serikat pekerja menilai jatuhnya harga saham yang terus menerus ini diakibatkan oleh kisruh soal laporan keuangan yang tidak ditandatangani oleh komisaris. Pada penutupan perdagangan di akhir pekan kemarin, saham GIAA lompat 1,73% atau naik menjadi Rp 470/Lembar.


Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit laporan keuangan Garuda adalah Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (Member of BDO International).



Bocor Surat Karyawan Garuda Ancam Mogok, Menhub: Sabar DuluFoto: Surat Bocor Garuda

Bocor Surat Karyawan Garuda Ancam Mogok, Menhub: Sabar DuluFoto: Surat Bocor Garuda


Dikonfirmasi CNN Indonesia, Captain Bintang Hardiono mengaku surat tersebut benar adanya namun ditujukan hanya kepada Chairul Tanjung yang notabene merupakan pemegang saham GIAA.

Sementara, Manajemen mengaku tak tahu soal surat pernyataan rencana aksi mogok serikat pekerja, pilot dan pramugari Garuda yang beredar.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan, dirinya baru mengetahui surat tersebut tersebar di grup media sosial karyawan.

Namun, belum ada satupun pihak dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia (SEKARGA) maupun Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang menginformasikan perihal rencana tersebut langsung kepadanya.

"Saya juga dapat surat itu dari grup-grup. Tapi belum ada dari Serikat yang informasikan langsung ke saya. Itu juga kan tidak ada tanggalnya ya rencana mereka mogok kapan. Coba tanyakan ke mereka," kata Ikhsan kepada CNBC Indonesia, Sabtu (27/4/2019).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada CNBC Indonesia menyayangkan adanya ancaman mogok. Budi Karya meminta serikat pekerja untuk bersabar.

"Menurut saya agar serikat kerja menahan diri dan pemegang saham serta manajemen tetap melaksanakan kegiatan dengan good corporate governance," kata Budi Karya.

Kemenhub, sambung Budi Karya juga siap meneliti lebih jauh apakah ada yang melanggar regulasi. "Regulator akan meneliti lebih jauh kaitan ketaatan pada regulasi," kata Budi Karya.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading