Jadi Minoritas, Kenapa Gereja di Sri Lanka di Bom?

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 April 2019 16:42
Jadi Minoritas, Kenapa Gereja di Sri Lanka di Bom?
Jakarta, CNBC Indonesia - Duka Minggu Paskah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak enam bom meledak di sejumlah kota di Sri Lanka, dua di antaranya adalah bom bunuh diri.

Pengeboman tersebut hingga siang ini telah menewaskan setidaknya 138 orang dan dilaporkan 400 orang lainnya luka-luka.

Tiga dari enam bom tersebut menyasar tiga gereja di wilayah berbeda, antara lain gereja Katolik St Anthony's Shrine di Kolombo, Gereja St Sebastian di Negombo dan Gereja Zion di kota Batticaloa, seperti dikutip The Sun, CNN, dan Reuters.


Adapun tiga lain membidik tiga hotel bintang lima yakni Shangri-La Hotel, Cinnamon Grand dan The Kingsbury Colombo di ibu kota bisnis Sri Lanka, Kolombo. Ketika hotel ini adalah hotel-hotel yang ramai kunjungan turis.


Gereja Sri Lanka Diserang Bom, Berapa Penduduk Kristennya? Foto: Pejabat militer Sri Lanka berjaga-jaga di depan St Anthony's Shrine, gereja Kochchikade setelah ledakan di Kolombo, Sri Lanka 21 April 2019. REUTERS / Dinuka Liyanawatte

Di gereja, ledakan terjadi pagi hari ketika gereja dipadati oleh jemaat yang tengah melaksanakan misa Paskah.


Lantas kenapa Sri Lanka menjadi target serangan bom, khususnya mengincar rumah ibadah? Sebenarnya berapa besar jumlah penduduk Kristian di negara tersebut?

Berdasarkan hasil sensus penduduk negara tersebut yang dipublikasikan Departement of Census and Statistics Sri Lanka periode 2012, jumlah penduduk Sri Lanka mencapai 20.359.439 jiwa.


Dari jumlah itu, penduduk Kristiani mencapai 7,62% atau sebanyak 1.552.161 jiwa. Terdiri dari 1.261.194 jiwa beragama Katolik dan 290.967 jiwa beragama Kristen lain.

Agama penduduk mayoritas adalah Budha yang menguasai 70,10%, kemudian Hindu 12,58%, Muslim sebanyak 9,66% dan agama lainnya 0,03%.

Kendati mayoritas Budha dan Kristiani menjadi minoritas di sana, pemerintah setempat belum mengungkapkan alasan rumah ibadah Kristiani menjadi sasaran serangan bom ini. Pertanyaan-pertanyaan ini belum bisa dijawab oleh pemangku kepentingan.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe hanya menyampaikan belasungkawa melalui akun Twitternya, pada Minggu siang ini. Dia menyebutkan bahwa masyarakat jangan sampai menyebarkan berita yang tak benar dan pemerintah akan segera mengambil langkah untuk mengatasi situasi tersebut.

"Saya sangat mengutuk serangan pengecut terhadap orang-orang kami hari ini. Saya menyerukan kepada semua orang Sri Lanka selama masa tragis ini untuk tetap bersatu dan kuat. Harap hindari menyebarkan laporan dan spekulasi yang tidak diverifikasi. Pemerintah mengambil langkah segera untuk mengatasi situasi ini," tulisnya.

Gereja Sri Lanka Diserang Bom, Berapa Penduduk Kristennya? Foto: Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe/Twitter

Perdana Menteri Ranil diberitakan segera melakukan pertemuan darurat dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sri Lanka. Pertemuan juga dihadiri oleh Sekretaris Pertahanan dan Sekretaris Luar Negeri.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading