Era Jokowi, Cuma Sekali Realisasi Investasi di Bawah Target

News - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 April 2019 19:30
Era Jokowi, Cuma Sekali Realisasi Investasi di Bawah Target
Jakarta, CNBC Indonesia - Debat Capres dan Cawapres putaran kelima akan digelar malam ini (13/4/19) yang mengusung tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan dan industri.

Dari sisi Investasi, Capres Pertahana Joko Widodo, tentunya sudah melakukan banyak usaha untuk mendorong tingkat investasi di Indonesia. Berikut capaian target investasi di masa Pemerintahan Jokowi yang dimulai Oktober 2014.



Tahun 2015
Pemerintah Indonesia mematok target investasi di tahun 2015 sebesar Rp. 519,5 triliun, dengan realisasi investasi sebesar Rp. 545,4 triliun atau lebih tinggi 4,98% dari target. Realisasi itu juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 sebesar 17,8%.



Rincian investasi di tahun 2015, investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) naik sebesar 15% dibandingkan tahun 2014 menjadi Rp. 179,5 triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat sebesar 19,2% menjadi Rp 365,9 triliun, melansir publikasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Januari 2016.

Publikasi tersebut juga menunjukkan realisasi investasi di tahun 2015 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.435.711 orang, naik 0,3% dari tahun 2014.

Tahun 2016
Realisasi investasi di tahun ini melesat naik 12,4% dibandingkan dengan tahun 2015. Melansir publikasi BKPM pada Januari 2017 lalu,  realisasi investasi pada periode Januari - Desember 2016 sebesar Rp 612,8 triliun, dengan rincian PMDN Rp 216,2 triliun (+20,5%) dan PMA Rp 396,6 (+8,4%).

Target investasi yang ditetapkan di tahun 2016 sebesar Rp 594,8 triliun, sehingga sekali lagi Pemerintah Indonesia berhasil mencatat realisasi lebih tinggi dari target.

Realisasi investasi di tahun kedua kepemimpinan Jokowi tersebut mampu menyerap 1.392.398 tenaga kerja.

Tahun 2017
Sepanjang tahun 2017 realisasi investasi lebih tinggi lagi dibandingkan kenaikan di tahun sebelumnya. BKPM mencatat kenaikan 13,1% menjadi Rp 692,8 triliun. Rinciannya PMDN dan PMA masing-masing naik 21,3% menjadi Rp 262,3 triliun dan 8,5% menjadi Rp 430,5 triliun.

Target investasi yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun, sehingga pemerintah Indonesia berhasil mencatat hattrick realisasi lebih tinggi dari target. Meski demikian serapan tenaga kerja justru lebih rendah, yakni sebanyak 1.176.353 orang, atau lebih rendah 15,5% dibandingkan tahun 2016.
 
Tahun 2018
Untuk pertama kalinya di masa pemerintahan Jokowi realisasi investasi di bawah target yang ditetapkan. Data dari BKPM menunjukkan realisasi pada periode Januari - Desember 2018 sebesar Rp 721,3 triliun, di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp 765 triliun.

Tidak tercapainya target di 2018 disebabkan oleh PMA, sementara PMDN justru jauh melampaui target yang ditetapkan. Publikasi BKPM yang dirilis pada bulan Januari 2019 lalu menunjukkan PMDN sebesar Rp 328,6 triliun dengan target sebesar Rp 287,6 triliun, sementara realisasi dari PMA Rp 392,7 triliun lebih rendah dari target Rp 477,4 triliun.

Realisasi investasi di tahun 2018 ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 960.052 atau kembali mengalami penurunan sebesar 18,3% dibandingkan tahun 2017.

Tim Riset CNBC INDONESIA


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading