Protes Keras, Jokowi: Saya Antek Asing yang Mana?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
10 April 2019 16:54
Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) tengah berada di Probolinggo sebagai bagian dari kampanyenya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) tengah berada di Probolinggo sebagai bagian dari kampanyenya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi kembali bercerita dan mengungkapkan kekecewaannya karena dituduh antek asing.

"Saya pikir ini antek asing yang mana. Saya diam. Coba lihat 2015 yang namanya Blok Mahakam, blok minyak terbesar sudah 50 tahun dikuasai Prancis," jelas Jokowi, Rabu (10/4/2019).


"Kemarin sudah diserahkan 100% ke Pertamina. Itu dituding antek asing. Kemudian Blok Rokan, Blok Migas terbesar di Indonesia."

Jokowi: Saya Antek Asing yang Mana?Foto: Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) saat berkampanye di Probolinggo, Jawa Timur (ist)


Menurutnya Blok Rokan di ini dikelola AS 90 tahun dan sejak pertengahan 2018, sudah dimenangkan Pertamina 100%.

"Itu dituduh antek asing yang mana? Kemudian akhir 2018 Freeport juga sudah di kita pegang mayoritas 51%," tutur Jokowi.

Kesuksesan pemerintahan Jokowi dalam mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia ini jadi bahasan hangat dalam sesi debat pilpres tahap IV kemarin. Sebagai petahana, calon presiden nomor urut 01 sempat menyinggung soal akuisisi PT Freeport Indonesia ini.

"Bertahun-tahun kita dapat 9%, setelah kita ambil jadi 51% kita bisa ikut dalam mengelola yang ada di RI," kata Jokowi dalam debat yang berlangsung di hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Jokowi: Saya Antek Asing yang Mana?Foto: Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) saat berkampanye di Probolinggo, Jawa Timur (ist)


Tapi soal prestasi ini, Calon Presiden Nomor Urut 01 Prabowo Subianto justru punya pendapat lain. Menurut dia, jatuhnya Freeport ke tangan Indonesia memang sudah sesuai kontrak dan sudah kewajibannya. Namun, soal 51% itu Prabowo meminta Jokowi untuk mengecek ke laporan keterbukaan di bursa New York.

"Kita tidak terima dikelola asing, Freeport yang sesuai kontrak kembali ke kita. Di New York Stock Exchange, justru dengan akuisisi 51% itu mereka dapat manfaat 81% kembali ke mereka. Jadi 51% itu seperti etok-etok," papar Prabowo.

Penghujung tahun lalu, lewat PT Inalum (Persero) RI berhasil mengakuisisi 51% saham di PT Freeport Indonesia. Untuk menjadi pemegang saham mayoritas di tambang emas ini, Inalum merogoh kocek hingga US$ 3,85 miliar.



Artikel Selanjutnya

Tak Mau Lockdown, Jokowi: Pantau Ketat WNA yang Datangi RI


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading