Jakarta Punya Kota Tua, Bos Bappenas: Wisatanya Mirip Paris

News - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
10 April 2019 15:27
Jakarta Punya Kota Tua, Bos Bappenas: Wisatanya Mirip Paris
Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah Pulau Seribu direnovasi dan menjadi mirip Maldives, kini giliran DKI Jakarta yang digadang-gadang punya potensi wisata seperti Paris yang ada di Perancis.

Pariwisata DKI Jakarta yang bisa digenjot dan dijadikan seperti Paris ini disebut oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro.




Ia menilai, DKI Jakarta memiliki potensi pariwisata yang cukup baik, mulai dari Kota Tua hingga Kepulauan Seribu. Bahkan, kedua tempat tersebut cocok dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

"Selain jadi financial center, DKI Jakarta juga harus menjadi kota jasa, dari berbagai sektor jasa yang bisa berkembang di Indonesia. Mengenai KEK pariwisata DKI punya yang potensial, Pulau Seribu dan Kota Tua," ujarnya saat memberi paparan di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, Pulau Seribu dan Kota Tua memiliki potensi wisata yang sama besarnya dengan destinasi wisata di negara Eropa, seperti Paris. Bambang mengungkapkan kesamaan Pulau Seribu dan Kota Tua dengan Paris, ialah sama-sama menawarkan sejarah dan kebudayaan suatu wilayah.

"Di Eropa bahkan Paris, tidak boleh ada gedung lebih tinggi dari Eiffel dalam radius tertentu. Jadi yang dijual adalah kota tua-nya, keasrian kota itu sendiri."

"[Ini juga memicu] potensi wisata shopping, nanti akan bisa berkembang bersama wisata turisme tadi."

Punya Kota Tua, Kepala Bappenas: Jakarta Bisa Seperti ParisFoto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto


Dengan demikian, ia berharap ekonomi DKI Jakarta bisa lebih baik dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Bambang juga inginPemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa lebih menggenjot investasi dan menjaga konsumsi. Hal ini karena, investasi dan konsumsi merupakan dua sektor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan (baik nasional dan daerah).

"Bagaimana pun porsi pertumbuhan DKI Jakarta yang besar adalah investasi dan konsumsi. Kalau investasi pertumbuhannya digenjot, kalau konsumsi pertumbuhannya harus dijaga, paling enggak tidak sampai di bawah 5%," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading