Inalum-Antam Bangun Pabrik Smelter Alumina di Kalbar

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
07 April 2019 15:49
Inalum-Antam Bangun Pabrik Smelter Alumina di Kalbar
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Inalum (Persero) bekerja sama dengan PT Antam Tbk melalui anak usaha patungan mereka PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) melakukan pencanangan (groundbreaking) pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di desa Bukit Batu, Kab. Mempawah, Kalimantan Barat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pembangunan ini adalah bagian dari hilirisasi industri pertambangan, khususnya industri pengolahan alumunium yang mulai bergeser ke produk hilir dan komponen.

"Sehingga kita tidak perlu lagi ekspor bahan baku mentah. Jadi kita harus berani beralih dengan ekspor barang dalam bentuk setengah jadi atau jadi. Salah satunya pengolahan bijih bauksit menjadi alumina, yang nantinya akan diolah menjadi aluminium," kata Airlangga, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (7/4/2019).


Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Dini Hanggandari berharap hal ini dapat mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan alumina dan aluminium di dalam negeri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas industri aluminium nasional.




Saat ini, kapasitas pengolahan bauksit menjadi alumina di Indonesia mencapai 1,3 juta ton per tahun, terdiri atas 1 juta ton smelter grade alumina dan 300 ribu ton chemical grade alumina.

"Jadi, dari proyek Smelter Grade Alumina di Mempawah akan ada tambahan kapasitas sebesar 1 juta ton alumina per tahun," ujar Dini.

Nilai investasi pabrik alumina yang dikelola PT BAI ini diproyeksi mencapai US$ 850 juta dan ditargetkan mulai berproduksi di awal tahun 2022. Proyek ini juga dilengkapi dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) berkapasitas 3 x 25 MW.

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan, groundbreaking pabrik pemurnian alumina ini bertujuan mendorong hilirisasi produk tambang dan menghemat devisa hingga US$ 200 juta per tahun.

"Nantinya Inalum, yang memiliki satu-satunya pabrik pemurnian aluminium di Indonesia, akan mendapatkan pasokan alumina dari dalam negeri. Penghematan yang dilakukan Inalum bisa mencapai US$ 200 juta per tahun," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama ANTAM Arie Prabowo Ariotedjo menyebut proyek Smelter Grade Alumina Refinery ini sebagai proyek pengembangan strategis bagi Indonesia.

"Sebagai perusahaan dengan sumber daya bauksit yang signifikan, ANTAM berupaya mewujudkan nilai tambah komoditas mineral yang dimiliki sehingga mampu memberikan nilai tambah juga bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC] (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading