Jokowi: Anggaran Pertahanan Rp 107 T, Terbesar Ke-2 di APBN

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 March 2019 21:33
Jokowi: Anggaran Pertahanan Rp 107 T, Terbesar Ke-2 di APBN
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagai petahana, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memamerkan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya tidak main-main dalam soal pertahanan keamanan tanah air.

Jokowi mengatakan anggaran pertahanan dalam APBN bahkan terbesar kedua saat ini, hanya tergeser oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR).

"Anggaran Rp 107 triliun, nomor dua setelah Kementerian PUPR. Pertahanan ini bukan main-main," kata Jokowi dalam debat pemilihan presiden tahap IV di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).




Ia memaparkan soal pertahanan ini diutamakan memperkuat radar baik di darat, udara, dan maritim di sejumlah penjuru di Indonesia. Di beberapa titik-titik, terutama titik pinggir dan perbatasan diperkuat.

"Saya optimisi kalau ada yang masuk teritori Indonesia akan ketahuan," ujar Jokowi.

Ia mengandalkan program pasukan terintegrasi, agar pertahanan keamanan tidak Jawa-sentris. Di antaranya adalah dengan membangun divisi III yang mulai bekerja dan dibangun. Seperti Komando TNI Angkatan Udara di Biak, Gowa, Sorong.

Gelar pasukan juga dititikberatkan di empat titik penting, yakni Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak.

"Apa yang diharapkan? Ini titik-titik pinggir semua terjaga. Yang namanya radar maritim kita sudah 100% wilayah kita," kata Jokowi.



Perinciannya, ia melanjutkan, terdapat 19 titik yang terkoneksi.

"Ini proses, kalau ada yang kurang ini yang kita perbaiki."

Sempat disangsikan oleh Prabowo dalam sesi tanggapan, dengan mengatakan laporan yang ia dapat hanya sekadar laporan ABS atau agar bapak senang. Jokowi membantah hal tersebut.

"Itu namanya Bapak meragukan TNI kita, saya sipil dan saya percaya dengan TNI kami. Saya ke sana dan melihat ke sana langsung," ujarnya.

Simak video penjelasan Jokowi terkait Pancasila di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]


(gus/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading