Luhut Kumpul Bareng Pengusaha India, Apa yang Diincar RI?

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
19 March 2019 22:39
Luhut Kumpul Bareng Pengusaha India, Apa yang Diincar RI?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menghadiri India-Indonesia Infrastructure Forum ke-2 di The Westin Jakarta, Selasa (19/3/2019). Dalam ajang itu, Luhut berpesan untuk memperkuat hubungan kedua negara melalui kerja sama perdagangan.

Luhut menyebut, hubungan antara RI dan India sudah terjalin cukup baik dari zaman ke zaman.

"Di India dulu ada nama Mahatma Gandhi, semua orang di sini tahu sebagaimana kita semua mengenal nama Bung Karno," kata Luhut.


Di samping itu, Luhut mengapresiasi Pemerintah India dalam mengelola perekonomian negaranya. Luhut juga sempat merayu India untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia.

"Tren investasi di Indonesia tentu positif, dengan banyaknya perubahan regulasi di Indonesia. Itu mendukung untuk menjadi lebih mudah sekarang," tandasnya.
Luhut Kumpul Bareng Pengusaha India, Apa yang Diincar RI?Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki


Luhut menyebut, ada sejumlah skema yang bisa dilakukan. Dia memberikan contoh investasi asing di Morowali. Di kawasan tersebut, terdapat ribuan pekerja asing yang didatangkan dalam rangka investasi dan transfer teknologi.

Meski begitu, Luhut mengingatkan bahwa kebijakan ini bukan berarti membuat tenaga asing bisa berbuat seenaknya di Indonesia. Secara bertahap, jumlah tenaga asing akan dipangkas.

"Itu tidak benar kami memberikan pekerjaan kepada orang lain. Tetapi kita perlu menunggu untuk meningkatkan kualitas orang kami. Jadi kami melatih mereka dengan sangat baik," tandasnya.



Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, mengaku ingin memiliki kerja sama yang sukses antara dua negara terutama di sektor infrastruktur. Kedua negara memiliki banyak kesamaan sekaligus tantangan yang sama.

"Kedua negara diakui sedang bangkit perekonomiannya. Tantangan dan peluang murni yang kami tawarkan serupa dalam banyak hal dan kita berdua memiliki kesenjangan infrastruktur," urainya.

Selain itu, menurutnya tantangan lain adalah keahlian warga negara, luas wilayah, serta semua hal yang dapat diatasi dengan infrastruktur.

"Teknisi kami dapat menawarkan konstruksi yang hemat biaya yang tentunya dapat mengurangi biaya dan memenuhi poin harga yang jauh lebih kompetitif," bebernya.

Luhut Kumpul Bareng Pengusaha India, Apa yang Diincar RI?Foto: Presiden Jokowi Resmikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga (Ist: Biro Pers Sekretariat Presiden)


Deputi Bidang Perencanaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Ikmal Lukman, menambahkan, tantangan kedua negara saat ini adalah adanya ketidakpastian global. Terlepas dari hal itu, dia yakin, terutama untuk Indonesia, tren investasi kami yang baik akan berlanjut tahun ini.

"Realisasi FDI India telah meningkat dari US$ 57,18 juta pada 2013 menjadi US$ 206 juta pada 2018. Kami mendorong investor untuk berinvestasi di luar Jawa karena ada banyak potensi untuk dikembangkan di sana," serunya.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin, menyatakan, dalam waktu dekat kerja sama yang diprioritaskan adalah pengembangan kawasan Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dikatakan, India membutuhkan sejumlah pasokan logisitik dari NAD.

Di sisi lain, Indonesia juga perlu mengembangkan kawasan tersebut melalui impor teknologi dan kemampuan infrastruktur dari India.

"Mereka juga menawarkan IT. Kalau kita lihat industri 4.0, IT jadi kunci. Pakar IT India juga menonjol. Dari sisi kita, yang sedang diupayakan adalah medical tourism," urainya.



Dia memaparkan bahwa RI berkeinginan membangun infrastruktur kesehatan memadai di kawasan NAD.

"Nah India sangat bagus dalam pelayanan medis. Kita tahu banyak RS yang diinisiasi oleh perusahaan perusahaan India. Kita mengarah ke sana," lanjutnya.

Namun, penjajakan ini menurutnya tidaklah mudah. Sebab, sejauh ini RI belum diperkenankan memakai jasa tenaga medis asing untuk fasilitas kesehatan dalam negeri.

"Kita sedang mencoba, ini kan kawasan pelabuhan bebas, apakah bisa diterapkan. Intinya menurut saya, dari pada pasien kita berobat ke luar negeri lebih baik tahan di Sabang sehingga devisa tidak keluar. Bahkan tenaga dokter kita pun bisa juga terlibat. Kira kira win win solution," pungkasnya.

Simak video Menteri Luhut di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading