Kecewanya Sri Mulyani, Anggaran Pendidikan Belum Optimal!

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 March 2019 20:46
Kecewanya Sri Mulyani, Anggaran Pendidikan Belum Optimal!
Tangerang, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kekecewaannya soal dana pendidikan yang begitu besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun hasilnya belum sesuai harapan.

Bendahara Negara menuturkan, kendati pemerintah telah mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan, atau di APBN 2019 ditetapkan sebesar Rp492,5 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 435 triliun.

"Anggaran pendidikan 20% dari APBN masih belum memadai. Kami kecewa karena beberapa lulusan bahkan tidak sampai ke tingkat yang kami harapkan," ujar Menteri Sri Mulyani saat menyampaikan paparan di acara kelulusan Apple Developer Academy di Green Office Park, Tangerang, Selasa (12/3/2019).


Kekecewaan Sri Mulyani bukan tanpa dasar, sebab, merujuk pada hasil skor penilaian siswa internasional (PISA), skor Indonesia masih tertinggal dengan sejumlah negara-negara lainnya di Asean seperti Thailand dan Vietnam.


Kecewanya Sri Mulyani, Anggaran Pendidikan Belum Optimal Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) meninjau proyek Moda Raya Terpadu (MRT) dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Lebak Bulus. (Dok. Kemenkeu)


Sebagai gambaran, skor PISA digunakan untuk mengukur indikator kualitas pendidikan di suatu negara meliputi: matematika, ilmu sains dan membaca.

"Kita di belakang negara Asia selama 10 tahun terakhir. Anggarannya ada, tapi masih ada masalah penggunaannya secara efektif," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sejalan dengan hal itu, Menteri Sri Mulyani menekankan, kebijakan pemerintah menganggarkan alokasi 20 persen APBN untuk bukan kebijakan yang populis, karena pemerintah ingin, generasi muda Indonesia punya hak untuk belajar dengan baik dan memiliki harapan besar bisa bersaing dengan bangsa lainnya di dunia.

Karena itu, pemangku kepentingan di bidang tersebut harus merancang pembangunan manusia secara inklusif dan berkelanjutan. "Ini bukan sesuatu yang populis, tapi bagaimana kami mempersiapkan generasi muda agar mendapat pendidikan baik dan bisa bersaing secara global," ujar Sri Mulyani.

Hal yang sama yang disoroti Sri Mulyani adalah selain mengalokasikan anggaran pendidikan, "penyakit" serupa juga dialami pemerintah yang telah mengalokasikan belanja kesehatan 5% dari APBN atau sebesar Rp 100 triliun. Namun, belanja kesehatan belum maksimal.





Simak Video : Menteri Perempuan Kabinet Jokowi yang Bergelimang Prestasi
[Gambas:Video CNBC]
(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading