Penumpang Kapal PELNI Meroket 42%, Efek Tiket Pesawat Mahal?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
06 March 2019 13:10
PT Pelayaran Indonesia (Pelni) (Persero) melaporkan mengangkut 243.445 penumpang sepanjang Februari 2019.
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan lalu melaporkan ada peralihan penumpang angkutan udara sepanjang Januari 2019. Hal itu diduga lantaran mahalnya harga tiket pesawat.

Penumpang beralih ke darat seiring keberadaan Jalan Tol Jakarta-Surabaya.

"Terus juga beralih ke kapal laut, kereta juga naik secara tahunan," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di kantornya, Jumat (1/3/2019).




Pada Rabu (6/3/2019), PT Pelayaran Indonesia (Pelni) (Persero) melaporkan mengangkut 243.445 penumpang sepanjang Februari 2019. Jumlah itu meningkat 42% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yang hanya 171.243 penumpang.

Sementara itu, kenaikan juga terlihat dari jumlah penumpang secara keseluruhan dari Januari hingga Februari 2019. Selama dua bulan pertama tahun ini, Pelni menggaet 658.094 pelanggan, naik rata-rata 28% dari 515.208 penumpang tahun lalu.

Plh. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Yahyo Kuncoro meyakini, kenaikan jumlah pelanggan akan terus tumbuh. Ini tidak lepas dari peningkatan pelayanan yang semakin membaik di cabang dan di kapal.

"Kemudahan memperoleh tiket yang bisa diakses dengan HP, cara pembayaran dengan kartu debet dan kebijakan free bagasi hingga 50 kg untuk setiap penumpang di semua rute, memberikan kontribusi dalam meningkatnya pengguna jasa kapal Pelni," ungkapnya di Jakarta.



Dia menyebut, kenaikan pelanggan terbanyak terjadi pada rute Jakarta-Belawan. Selain itu, rute lain yang mengalami kenaikan adalah Jakarta-Makasar, Surabaya-Makasar dan Jakarta-Ambon untuk rute jarak jauh.

Sementara itu, pada rute jarak pendek, terjadi kenaikan pada ruas Makasar-Baubau, Makasar-Ambon, Batam-Belawan dan Ambon-Bandaneira.

"Kenaikan terjadi setiap pemberangkatan kapal," tambah Yahya Kuncoro.

Meningkatnya pelanggan Pelni dalam dua bulan terakhir, menurutnya menjadi bukti bahwa BUMN transportasi laut dengan trayek Nusantara ini masih dibutuhkan. Dikatakan, transportasi laut menjadi alternatif masyarakat, meskipun sudah ada akses via udara.

"Pelni masih dibutuhkan dan menjadi alternatif transportasi antarpulau bagi masyarakat Indonesia sebagai negara kepulauan," tegasnya.

Simak video terkait kapal ro-ro di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading