Sri Mulyani dan Dongeng Raja Lebah yang Bersedih Hati

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
03 March 2019 16:49
Sri Mulyani dan Dongeng Raja Lebah yang Bersedih Hati
Jakarta, CNBC Indonesia- Bagaimana caranya mengenalkan pajak ke anak-anak? Itu kira-kira yang ada di kepala Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebelum memutuskan untuk mendongeng tentang kerajaan lebah di hadapan ratusan bocah.

Bukan di atas panggung, Sri Mulyani duduk mengampar dan dikerubungi anak-anak. Biar akrab, Sri menyapa anak-anak tersebut sambil bercanda sebelum dimulai dan di sela-sela dongeng.

Sri Mulyani dan Dongeng Raja Lebah yang Bersedih HatiFoto: Lynda Hasibuan





"Kamu kenapa pipinya merah? namanya siapa? Kelas berapa? Baju kamu keren banget, aku boleh pinjam tidak," tanya Sri kepada salah satu anak bernama Farid, Minggu (3/3/2019).

Berlangsung di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Sri Mulyani mengaku bahwa dongeng itu masih berkaitan dengan pajak. Ini sekaligus untuk mengedukasi anak-anak soal pajak.

"Saya mendongeng bersama anak-anak dan memperkenalkan soal pajak. Ini sebetulnya untuk meningkatkan literasi untuk anak-anak dan saya senang," ujar Sri Mulyani saat acara Indonesia Negeri 1000 Dongeng di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019).

Dia menuturkan bahwa mengenalkan pajak sedari dini untuk anak-anak sangatlah penting. Sebab manfaat pajak itu adalah kembali untuk kemajuan negara juga.

Dari cerita tersebut menurutnya untuk menimbulkan kepekaan sosial. Serta melatih imajinasi agar memiliki kepedulian pada bangsa.

Sementara isi dari dongeng Sri Mulyani sendiri adalah terkait tentang kerajaan lebah. Dimana sang raja meminta para rakyatnya untuk mengumpulkan satu sendok madu.

Namun beberapa rakyat yang tak mengerti malah mengganti madu dengan air dan itu membuat raja bersedih. Lalu, sang raja menjelaskan bahwa maksud dari pengumpulan madu tersebut adalah untuk persediaan yang dimana akan kembali untuk rakyatnya bila sewaktu-waktu krisis pangan dan bukan untuk raja pribadi.

Sri pun menjelaskan bahwa cerita ini diartikan untuk rakyat yang harus rela dan taat membayar pajak. Sebab dari pajak tersebut akan kembali lagi untuk kemajuan bangsa.

Bak pendongeng ulung, Sri bercerita dengan penuh penghayatan sehingga membuat anak-anak begitu terkesima akan ceritanya. Tak jarang, Sri juga melakukan interaksi kepada anak-anak agar suasana lebih cair dan hangat.

Saksikan video Sri Mulyani menulis puisi di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading