Inilah 25 Satelit Milik Indonesia dari Waktu ke Waktu

News - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
24 February 2019 16:20
Satelit milik Indonesia yang mengudara di angkasa kembali bertambah.
Jakarta, CNBC Indonesia - Satelit milik Indonesia yang mengudara di angkasa kembali bertambah. Kali ini satelit yang diluncurkan bernama Nusantara-1 milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN).  

Sebenarnya, sudah berapa satelit yang diluncurkan oleh perusahaan Indonesia? Berikut hasil penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia.

1. Palapa-A1.
Peluncuran : 8 Juli 1976.
Akhir operasi : Juni 1985.
Pembuat : Hughes.
Peluncur : Delta 2914.
Pemilik : Perumtel.
Orbit : 83 derajat bujur timur (BT).
Kapasitas : 12 transponder telepon, 1 transponder televisi, 5 transponder backup, cakupan Indonesia.


2. Palapa-A2.
Peluncuran : 11 Maret 1977.
Akhir operasi : Januari 1988.
Peluncur : Delta 2914.
Pembuat : Hughes.
Pemilik : Perumtel.
Orbit : 77 derajat bujur timur (BT).
Kapasitas : 12 transponder, backup untuk Palapa-A1.


3. Palapa-B1.

Peluncuran : Juni 1983.
Akhir operasi : 1990.
Peluncur : STS-7.
Pembuat : Hughes.
Pemilik : Perumtel.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 24 transponder, cakupan Asean.
Status : Dijual pada PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) pada 1990.
 

4. Palapa-B2.
Peluncuran : 26 Februari 1984.
Akhir operasi : Gagal orbit.
Peluncur : STS-11.
Pembuat : Hughes.
Pemilik : Perumtel.
Orbit : -.
Kapasitas : 24 transponder.
Status : Tidak berhasil ditempatkan pada orbit. 


5. Palapa-B2
P
eluncuran : 21 Maret 1987.
Akhir operasi : Februari 1996.
Pembuat : Hughes.
Peluncur : Delta.
Pemilik : PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Satelindo.
Orbit : 113 derajat BT.
Kapasitas : 24 transponder.
Status : Penyewaan pihak ketiga domestik dan luar negeri, beralih ke Satelindo pada 1993 dan kemudian layanannya diganti Palapa-C1.

6. Palapa-B2R.
Peluncuran : 14 April 1990.
Akhir operasi : 2000.
Pembuat : Hughes.
Peluncur : Delta.
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 24 transponder.
Status : Hasil perbaikan B2, nantinya jasanya diganti Telkom-1.

7. Palapa-B4.
Peluncuran : 14 Mei 1992.
Akhir operasi     : 2005.
Pembuat             : Hughes.
Peluncur              : Delta II.
Pemilik                 : Telkom.
Orbit                      : 118 derajat BT.
Kapasitas             : 24 transponder.Status                   : -.

8. Palapa-C1.
Peluncuran         : 31 Januari 1996.
Akhir operasi     : 1999.
Pembuat             : Hughes.
Peluncur              : Atlas 2AS
Pemilik                 : Telkom.
Orbit                      : 113 derajat BT.
Kapasitas             : 30 transponder, terdiri dari 24 transporder aktif dan 6 transponder tambahan..
Status                   : Sempat berganti nama menjadi HGS 3, Anatolia 1, dan Paksat 1.

9. Palapa-C2.
Peluncuran : 15 Mei 1996.
Akhir operasi : 2011.
Pembuat : Hughes.
Peluncur : Ariane.
Pemilik : Telkom.
Orbit : derajat BT.
Kapasitas : transponder.

Diluncurkan dari Kourou, Guyana Perancis.

10. Indostar-1 (Cakrawarta-1).
Peluncuran : 12 November 1997,
Akhir operasi : 2011.
Pembuat : Hughes.
Peluncur : Ariane
Pemilik : PT Media Citra Indostar (Grup MNC), Grup Indika.
Orbit : 107,7 derajat BT.

Satelit pertama yang menggunakan frekuensi S-band terutama untuk TV kabel. Karena kegagalan regulator daya, sebanyak dua dari lima transponder tidak dapat digunakan saat gerhana sehingga umur satelit berkurang dari 14 tahun menjadi 7 tahun.

11. Telkom-1.
Peluncuran : 12 Agustus 1999.
Akhir operasi : 25 Agustus 2017.
Pembuat : Lockheed Martin.
Peluncur : Ariane
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.

Telkom dinilai perlu memperluas kapasitas satelit karena potensi permintaan dari trunking seluler (permintaan Telkomsel saat itu sedang pesat) dan untuk VSAT internet.

Terjadi gangguan pada 25 Agustus 2017 sehingga membuat publik tidak nyaman bertransaksi perbankan dan TV. Layanannya dialihkan ke Telkom-3S, Palapa-D, dan Brisat.

12. Garuda-1.
Peluncuran : 12 Februari 2000.
Akhir operasi : 2015.
Pembuat : Lockheed Martin.
Peluncur : Proton K.
Pemilik : Telkom.
Orbit : 123 derajat BT.
Kapasitas : transponder.

Satelit pertama yang melayani komunikasi telepon bergerak di Asia berbasis ACeS. Sistem AceS dimiliki AceS International yang dimiliki PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Lockheed Martin Global Telecommunications, Phillipine Long Distance Telephone Co, dan Jasmine Overseas Company.
                               
Terdapat anomali di sistem L-Band Garuda-1 yang menyebabkan kapasitas panggilan maksimal turun menjadi 1,4 juta per hari dari 2 juta per hari, diklaim AceS kepada asuransi.               

13. Telkom-2.
Peluncuran : 16 November 2005.
Akhir operasi : Masih beroperasi.
Pembuat : Orbital Science Corp.
Peluncur : Ariane.
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : -transponder.

Untuk menggantikan Palapa-B4 dengan perluasan cakupan ke Guam dan India. Berfungsi menyediakan layanan TV, telepon, internet, di Indonesia, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

14. Inasat-1.
Peluncuran : 2006.
Akhir operasi : 6-12 bulan.
Pembuat : Lapan dkk.
Peluncur : Lapan dkk.
Pemilik : Lapan dkk.

Satelit kecil berkonsep Nano Hexagonal Satellite yang berada di orbit rendah seperti komunikasi di daerah terpencil, pengamatan bumi, serta pengataman lingkungan dan cuaca.

Hasil kerja sama Lapan, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, ITB, dan LIPI dengan nama panjang Indonesia Nano Satellite-1. Satelit pertama buatan Indonesia.
                                

15. LAPAN-Tubsat.
Peluncuran : 2007.
Akhir operasi :-.
Pembuat : Lapan dkk.
Peluncur : Satish Dhawan, India.
Pemilik : Lapan dkk.

Satelit mikro pengamatan video yang dikembangkan di Technische Universität Berlin oleh tim insinyur Indonesia.

Menjadi satelit mikro pertama buatan Indonesia.

16. Indostar-2 (Cakrawarta-2).
Peluncuran : 16 Mei 2009.
Akhir operasi : 2024.
Pembuat : Boeing Satelite Systems (BSS).
Peluncur : Proton M
Pemilik : Protostar.
Orbit : 107,7 derajat BT.
Kapasitas : 22 transponder Ku-Band dan 10 transponder S-Band.

Memberikan layanan penyediaan direct to home (DTH). Akhir 2009, Protostar ditutup karena isu kordinasi multi frekuensi.

Dilelang kepada SES dan berganti nama menjadi SES-7. Diluncurkan di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.

17. Palapa-D.
Peluncuran : 31 Agustus 2009.
Akhir operasi : 2024.
Pembuat : Thales Alenia Space.
Peluncur : Long March 3B.
Pemilik : Indosat Ooredoo.
Orbit : 113 derajat BT.
Kapasitas : 40 transponder.

Keluar orbit dan hanya beroperasi 10 tahun.

18. Telkom-3.
Peluncuran : 2012
Akhir operasi : Gagal.
Pembuat : ISS Reshetnev dan Alcatel.
Peluncur : Proton M.
Pemilik : Telkom.
Orbit : - derajat BT.
Kapasitas : 42 transponder.

Terdampar di orbit yang tidak digunakan setelah kegagalan upper stage dan kemudian hilang.

19. JCSAT-4B (Lippostar-1).
Peluncuran : 15 Juni 2012
Akhir operasi : 2028.
Pembuat : Lockheed Martin.
Peluncur : Ariane.
Pemilik : Lippo Satelite.
Orbit : 124 derajat BT.
Kapasitas : 32 transponder C-Band dan 12 transponder Ku.

Perjanjian kerja sama dengan Lippo Group disepakati pada hari peluncuran untuk menggunakan satelit tersebut guna memancarkan siaran satelit TV direct to home (DTH) di seluruh Indonesia.
                                

Pengelolaan Lippostar-1 dilakukan grup Mochtar Riyadi tersebut melalui PT Tecnoves International yang 85% sahamnya dimiliki oleh PT Multipolar Tbk melalui PT Multipolar Multimedia Prima. Pada 2013 layanan TV itu diluncurkan dengan merek Big TV.

20. Lapan-A2 (Lapan-Orari).
Peluncuran : 28 September 2015.
Akhir operasi : -.
Pembuat : Lapan dkk.
Peluncur : Roket PSLV C-30.
Pemilik : Lapan dkk.

Hasil kerja sama Lapan dengan IPB. Berfungsi mengidentifikasi kapal pencuri ikan.


21. BRIsat.
Peluncuran : 19 Juni 2016.
Akhir operasi : 2031.
Pembuat : Space System Loral.
Peluncur : Ariane.
Pemilik : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Orbit : 150,5 derajat BT.

Menjadi satu-satunya satelit di dunia yang dimiliki bank.

22. Lapan-A3 (Lapan-A3/IPB, LISat).
Peluncuran : 22 Juni 2016.
Akhir operasi : -.
Pembuat : Lapan.
Peluncur : Roket PSLV C34, India.
Pemilik : Lapan, IPB.

Memantau kondisi sumber penghasil makanan dan lingkungan di Indonesia.

23. Telkom-3S.
Peluncuran : 15 Februari 2017.
Akhir operasi : -.
Pembuat : Thales Alenia Space.
Peluncur : Ariane.
Pemilik : Telkom.
Orbit : 118 derajat BT.
Kapasitas : 42 transponder.

Diluncurkan guna menggantikan Telkom-3 yang gagal mencapai orbit dan hilang.

24. Telkom-4 (Merah Putih).
Peluncuran : 7 Agustus 2018
Akhir operasi : -.
Pembuat : Space System Loral.
Peluncur : Falcon 9, SpaceX.
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 60 transponder, terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Exetended C-Band.

25. Nusantara-1.
Peluncuran : 7 Agustus 2018
Akhir operasi : -.
Pembuat : Space System Loral.
Peluncur : Falcon 9, SpaceX.
Pemilik : PT Pasifik Satelit Nusantara.
Orbit : 146 derajat BT.
Kapasitas : 26 transponder C-Band, 12 transponder Exetended C-Band, 8 transponder Ku-Band.

Berteknologi Hight Throughput Satellite (HTS) dan menjadi satelit broadband pertama Indonesia. Akan mendukung produk Ubiqu dan Sinyalku milik PSN.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading