Produksi Minyak Merosot, Sri Mulyani: Gas Jadi Tumpuan

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
19 February 2019 20:18
Defisit migas makin mengkhawatirkan, Sri Mulyani ingatkan peran sektor gas untuk jadi tumpuan
Jakarta, CNBC Indonesia- Produksi minyak dalam negeri yang trennya cenderung merosot menjadi perhatian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam gelaran IndoGAS 2019, Bendahara Negara menyebutkan, meningkatkan produksi minyak dan juga gas bumi adalah sebuah mandatori, sebab permintaan akan migas akan terus meningkat ke depannya, dan migas memiliki peran signifikan untuk perekonomian negara.




"Kami melihat, tren produksi minyak saat ini mengalami penurunan, ini menjadi perhatian kami. Produksi minyak telah menurun, meskipun produksi gas, sedikit meningkat. Jika digabung, keduanya, sebenarnya memproduksi 2 juta BOEPD produksi untuk Indonesia," tutur Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

"Jadi, Anda bisa bayangkan migas bisa menjadi tulang punggung kita, atau juga bisa memberikan sinyal bahwa Indonesia juga harus mulai berpikir untuk mengembangkan sumber daya non-migas sebagai energi alternatif untuk negeri," tambahnya.

Adapun, menurutnya, peran gas alam sangat penting untuk mengembangkan energi alternatif. Ia menuturkan, pemerintah akan terus mendukung eksplorasi dan eksploitasi dalam menemukan lapangan-lapangan gas besar, seperti blok Masela, East Natuna, dan proyek IDD.

Dan untuk meningkatkan permintaan gas dari sisi domestik, Sri Mulyani menyebut, pemerintah akan menyediakan dan membangun infrastruktur gas (jargas) untuk meningkatkan distribusi, khususnya untuk industri, transportasi, dan rumah tangga.

"Permintaan gas di Indonesia sejujurnya cukup tersebar, sehingga infrastruktur gas ini akan menjadi investasi yang penting untuk kita. Permintaan gas domestik pasti akan terus meningkat kuat," pungkasnya.

Simak video tentang defisit migas di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading