Saingi Pertalite, BP-AKR Jual Bensin RON 90 Rp 9.350/Liter

News - Syahrizal Sidiq, CNBC Indonesia
14 February 2019 17:31
Saingi Pertalite, BP-AKR Jual Bensin RON 90 Rp 9.350/Liter
Jakarta, CNBC Indonesia- BP membentuk perusahaan patungan dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memperluas bisnis perusahaan di sektor hilir. 

Perusahaan saat ini telah membangun 4 SPBU dan menargetkan akan membangun 350 gerai SPBU dalam 10 tahun ke depan. SPBU tersebut bakal dioperasikan oleh PT Aneka Petroindo Raya, perusahaan joint venture BP dan AKR.




Presiden Direktur BP/AKR Fuels Retail Peter Molloy menjelaskan, saat ini perusahaan menjual bensin dengan research octane number (RON) atau oktan yang bervariasi, BP 90, BP 92 dan BP 95 dan BP Diesel (CN 48). 

"Harganya sesuai dengan formula yang ditetapkan pemerintah pada awal Februari 2019," kata Peter Molloy, di Jakarta, Kamis (14/2/2019). 

Adapun, mengenai harga jual eceran jenis bahan bakar umum badan usaha yang mengacu Kepmen ESDM nomor 19 K/10/MEM/2019, per 6 Februari untuk BBM dengan RON 90 atau BP 90 di Wilayah Jabodetabek dijual Rp 9.350 per liter, menjadi pesaing produk Pertalite milik PT Pertamina  yang dijual Rp 7.650 per liternya. 


Untuk BP 92, harga perliternya Rp 9.900, BP 95 dijual Rp 10.950 dan BP Diesel dilego Rp 11.100 per liter.  

Saat ini, bahan bakar tersebut masih diimpor dari pasar internasional. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan mulai membangun penyimpanan bensin dan biofuel sebesar 100 ribu kilo liter (KL) di Tanjung Priok. Dengan begitu, kapasitas penyimpanan akan bertambah menjadi 350 ribu kl dari yang sebelumnya 250 ribu kl.

AKR juga sedang mengkaji beberapa lokasi di wilayah Indonesia bagian timur untuk membangun terminal bahan bakar minyak (TBBM). Menurut Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, wilayah Indonesia Timur memiliki potensi besar tetapi belum maksimal untuk pelayanan BBM. 

Untuk membangun penyimpanan bensin tersebut dan rencana ekspansi lainnya, perusahaan telah menyiapkan belanja modal sebesar US$ 70 juta dolar. Belanja modal ini terbagi menjadi dua, yakni sekitar US$ 40 juta untuk membangun fasilitas penyimpanan di Tanjung Priok, dan sekitar US$ 30 juta untuk rencana ekspansi di Indonesia Timur.

Sebagai informasi, pembangunan fasilitas penyimpanan bensin dan biofuel tersebut dilakukan oleh PT Jakarta Tank Terminal (JTT), anak usaha AKR hasil patungan dengan Royal Vopak.

Saksikan video soal Pertamina bantah BBM premium langka di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading