Facebook Hapus Ratusan Akun Penyebar Hoax di Indonesia

News - Lynda Hasibuan & Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
01 February 2019 - 15:22
Facebook Hapus Ratusan Akun Penyebar Hoax di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia- Facebook Inc diketahui telah menghapus ratusan akun, page, dan grup yang terindikasi dengan penyebaran berita palsu (hoax) atau ujaran kebencian di Indonesia.

Akun yang dihapus ini menurut Facebook masih terhubung dengan Grup Saracen, kelompok yang tiga anggotanya ditangkap oleh Polisi Indonesia pada 2016 lalu karena terbukti dibayar untuk sebar hasutan lewat sosial media.




"Akun dan halaman ini secara aktif bekerja menyembunyikan apa yang sebenarnya mereka lakukan dan terhubung dengan Grup Saracen, sebuah sindikat online di Indonesia," Nathaniel Gleicher, kepala Kebijakan Cybersecurity Facebook, mengatakan pada Jumat (01/02/2019), seperti dilansir dari thestar.

Gleicher mengatakan, secara keseluruhan halaman dan akun yang dihapus telah mencapai 170.000 orang di Facebook dan lebih dari 65.000 di Instagram.

Penghapusan itu karena "Perilaku menipunya yang terkoordinasi, bukan karena konten yang mereka bagikan", katanya.

Unit kejahatan cyber dari kepolisian Indonesia sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Saracen memposting materi yang melibatkan masalah agama dan etnis, serta berita dan postingan palsu yang memfitnah pejabat pemerintah.

Kepolisian Indonesia mengatakan, mereka telah menemukan transfer uang hingga US$ 5000 (Rp 69 juta) untuk membayar mereka yang menyebarkan materi, tetapi para tersangka yang ditangkap tidak pernah mengkonfirmasi keberadaan kelompok itu.

Pengacara mereka tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Untuk diketahui, Negara ini dalam waktu dekat mengadakan pemilihan presiden yang akan berlangsung pada bulan April. 

[Gambas:Video CNBC]

Iran Juga Ikutan
Tak cuma Indonesia, baru-baru ini Facebook juga mengumumkan bahwa pada hari Kamis lalu telah menghapus 783 halaman, grup dan akun terkait Iran. Ini adalah sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memberantas pemberian informasi yang salah dari layanannya.

Perusahaan itu mengatakan akun dan halaman Iran digunakan untuk mendorong propaganda Iran pada topik-topik seperti hubungan Israel-Palestina dan konflik di Suriah dan Yaman, termasuk peran AS, Arab Saudi, dan Rusia, kata Facebook di posting blog mereka.

Dilansir dari CNBC, setidaknya satu halaman memiliki sekitar 2 juta pengikut. Secara keseluruhan, akun tersebut menghabiskan sekitar US$ 30.000 (Rp 419 miliar) untuk iklan Facebook dan Instagram, kata perusahaan itu.  (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading