Pendapatan Migas RI Terus Merosot, Tapi 'Kecanduan' Subsidi

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
31 January 2019 19:31
Pendapatan Migas RI Terus Merosot, Tapi 'Kecanduan' Subsidi
Jakarta, CNBC Indonesia- Laporan Beyond Fossil Fuels: Indonesia's Fiscal Transition yang dipublikasikan oleh Global Subsidies Initiatives (GSI) pada Januari 2019 menunjukkan pendapatan pemerintah dari sektor minyak dan gas Indonesia telah menurun drastis di Indonesia.

Lebih lanjut, laporan tersebut menunjukkan pendapatan negara dari migas turun dari 35% dari total PDB di 2001, menjadi hanya 6% dari PDB di 2016 dan terus turun sampai 2018. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor gas.




Berdasarkan data Extractive Industries Transparency Initiative (EITI), nilai ekspor gas alam Indonesia menunjukkan penurunan paling signifikan, merujuk data di 2015 turun menjadi US$ 10,3 miliar dari US$ 17,2 miliar di 2014.

Presiden Direktur PT Q Energy South East Asia David Braithwaite menjelaskan, pendapatan pemerintah dari produksi bahan bakar fosil dari sektor hulu minyak dan gas telah menurun drastis di Indonesia.

Ke depan, penurunan pendapatan Pemerintah Indonesia dari bahan bakar fosil akan terus berlanjut karena dua alasan. Pertama, terdapat tren penurunan ekspor bahan bakar fosil yang sudah cukup lama di Indonesia akibat penurunan produksi dan peningkatan konsumsi domestik.

Tapi di tengah kondisi penerimaan fosil yang terus menurun, karena cadangan juga menurun, penggunaan bahan bakar fosil masih tinggi karena masih ada pos subsidi. Lebih lanjut, laporan tersebut menelusuri bagaimana Indonesia membebankan pajak dan memberikan subsidi produksi dan konsumsi minyak, gas, batu bara dan listrik (yang mayoritasnya dihasilkan menggunakan batu bara).

"Penggunaan pendapatan pemerintah dari hulu migas terjebak oleh subsidi untuk konsumsi bahan bakar dan listrik. Subsidi ini merupakan mekanisme yang tidak efisien untuk redistribusi dari penurunan ekspor dari bahan bakar fosil," jelas David dalam diskusi di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Menurutnya, momen penurunan pendapatan pemerintah dari bahan bakar fosil ini mestinya bisa digunakan untuk pemanfaatan produktif yang dapat mendukung pembangunan sosial dan diversifikasi ekonomi. Hal ini harus segera dilakukan, jika tidak akan terlambat mengingat produksi energi fosil pun cadangannya semakin menipis.

Pendapatan Migas RI Terus Merosot, Tapi 'Kecanduan' SubsidiFoto: Infografis/defisit migas ri BENGKAK 44% sepanjang 2018/Arie Pratama
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading