'Kredit' Macet Multifinance Belum Membaik dari Kisaran 2,75%

News - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
16 January 2019 19:58
'Kredit' Macet Multifinance Belum Membaik dari Kisaran 2,75%
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan rasio pembiayaan macet atau Non-Performing Financing (NPF) industri pembiayaan (multifinance) tahun ini sebesar 2,75%.

Angka ini turun 0,08% dari realisasi NPF industri pembiayaan per November tahun lalu.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan mengatakan, tahun ini pertumbuhan NPF industri pembiayaan belum bisa lebih baik dari persentase 2,75%.
Kredit Macet Multifinance Belum Membaik dari Kisaran 2,75%Foto: Media Briefing “Bronis” – {Ngobrol Manis} dengan tema “Update Perkembangan POJK 35/POJK.05/2018” di Ruang Pers OJK (CNBC Indonesia/Yanurisa Ananta)


Hal itu disebabkan masih banyak perusahaan pembiayaan yang tengah berupaya menurunkan NPF.

"Kalau target industri target totally, tidak hanya kendaraan bermotor, masih berat. Kita proyeksikan flat-lah NPF di angka antara 2,75%-3%," ungkap Bambang usai acara Media Briefing bertema update Perkembangan POJK 35/POJK.05/2018, Rabu (16/1/2019).

Pemerintah melalui OJK tengah berupaya mendongkrak volume pembiayaan kendaraan roda dua melalui Peraturan OJK nomor 35/POJK.05/2018. Dalam aturan tersebut, OJK membolehkan perusahaan yang memiliki kinerja sehat dengan NPF di bawah atau setara 1% untuk menyalurkan pembiayaan roda dua tanpa uang muka (down payment/DP).

Bambang menyatakan, dari total 188 perusahaan pembiayaan yang ada, sebesar 46% perusahaan memiliki NPF di bawah atau setara dengan 1%. Artinya, fasilitas DP 0% yang diberikan OJK berpotensi terserap oleh sebanyak 46% perusahaan pembiayaan yang ada.


"Sekitar 46% dari total pelaku [industri pembiayaan] yang ada," ucapnya.

Hingga November 2018 total aset perusahaan pembiayaan mengalami peningkatan menjadi Rp 500,39 triliun atau tumbuh sebesar 6,12% yoy. Piutang pembiayaan mengalami pertumbuhan sebesar 5,14% (yoy) dengan nilai outstanding per November 2018 mencapai Rp 433,86 triliun yang terdiri dari pembiayaan multiguna sebesar Rp 254,29 triliun (58,61%), Pembiayaan Investasi sebesar Rp135,69 Triliun (31,27%), Pembiayaan Modal Kerja sebesar Rp 23,87 triliun (5,50%), pembiayaan berdasarkan prinsip syariah sebesar 19,87 triliun dan sisanya adalah pembiayaan lainnya berdasarkan persetujuan OJK.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading