Maskapai Teriak, Benarkah Harga Avtur Naik Tinggi?

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
14 January 2019 - 10:55
Maskapai Teriak, Benarkah Harga Avtur Naik Tinggi?
Jakarta, CNBC Indonesia- Heboh soal harga tiket pesawat yang naik hingga dua kali lipat ramai dikritik netizen pada pekan lalu. Salah satu alasan maskapai nasional menaikkan harga tiket disebut-sebut karena naiknya harga bahan bakar avtur.

Dikatakan, sejauh ini, bahan bakar memang menjadi variabel terbesar dalam pembiayaan bisnis penerbangan. Komposisi kebutuhan bahan bakar bisa berkisar antara 40% hingga 50%. 




Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) pun mengaku telah menyampaikan, agar Pertamina bisa menurunkan harga avtur di Jakarta, sekaligus meminta agar pemerintah turun tangan untuk mengatasi persoalan mahalnya harga tiket.

Ketua INACA, Ari Askhara, mengaku susdah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan Pertamina. Meski belum mendapatkan komitmen pasti sejauh apa kontribusi pemerintah, namun dia mengaku mendapat sinyal positif.

"Dari INACA kami berharap, bisa menurunkan cost atau tarif atau harga variabel cukup signifikan. Kami berharap Pertamina bisa menurunkan [avtur] 10%," ujarnya di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Mengintip situs Pertamina Aviation, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta Rp 8.490 per liter. Naik 12% dibanding harga avtur pada Januari 2018 lalu dari bandara yang sama, yang hanya Rp 7.580 per liter.

Dilihat dari kurs dolar, harga avtur dalam dolar di Bandara Soekarno-Hatta US$ 0,58 per liter. Naik dibanding Januari 2018 yang US$ 056,2 per liter. Setiap liternya sudah termasuk pengiriman ke pesawat namun belum menghitung PPN 10% dan PPH 0,3% khusus penerbangan domestik. 

Tapi memang, harga avtur di bandara-bandara lainnya cukup tinggi. Seperti di Bandara Ngurah Rai, Bali, harga avtur Rp 9.320 per liter, Polonia-Medan Rp 9.870 per liter. Sementara, Sentani-Jayapura tercatat memiliki harga avtur paling tinggi yakni Rp 11.360 per liter atau setara US$ 0,78.

External Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Paramita kepada CNBC Indonesia memberikan penjelasan terkait harga avtur. "Seperti best practice umumnya di dunia, harga avtur yang dibeli maskapai reguler di Indonesia merupakan harga yang sudah disepakati bersama dalam kontrak jangka tertentu," ujarnya. 

Arya juga menjelaskan, harga avtur mengacu pada MOPS. Ketika harga minyak dunia turun, maka harga avtur pun mengalami penyesuaian. Selain harga minyak dunia, faktor penentu harga avtur adalah nilai tukar mata uang, biaya distribusi, supply chain dan lain sebagainya. "Jadi pada prinsipnya, kami yakin harga kami kompetitif," kata Arya.




(gus/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading