Prabowo Ingatkan Jasa Rakyat Aceh Sumbang Pesawat buat RI

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
27 December 2018 09:55
Pesawat itu dibeli dari hasil patungan rakyat Aceh berupa uang maupun perhiasan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Presiden Prabowo Subianto mengenang kebesaran dan keteguhan perjuangan rakyat Aceh saat zaman penjajahan. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Aceh sangat berpengaruh dalam kelahiran TNI Angkatan Udara.

"Jadi pesawat terbang pertama milik Indonesia adalah sumbangan dari rakyat aceh, yang diberi nama pesawat Seulawah yang merupakan cikal bakal bukan hanya Garuda Indonesia tapi Angkatan Udara Republik Indonesia," kata Prabowo saat menghadiri acara peringatan 14 tahun tsunami Aceh di Lhok Krueng, Aceh Lampulo, Banda Aceh, Rabu (25/12/2018).

Capres nomor urut 02 ini mengungkapkan, Pesawat itu dibeli dari hasil patungan rakyat Aceh berupa uang maupun perhiasan. Dipelopori oleh pemimpin Aceh saat itu, Tengku Muhammad Daud Beureueh, maka pesawat pertama milik Indonesia bisa terealisasi.


"Para emak-emak dulu menyumbangkan emas perhiasan untuk bisa membeli pesawat pertama Indonesia, dan beliau Tengku Muhammad Daud Beureueh salah satu yang pertaman menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia," ungkapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini yakin, Aceh yang memiliki sejarah kejayaan akan kembali pada masa kejayaannya seperti dulu. Dukungan besar yang diberikan dari masyarakat Aceh, kata Prabowo, akan menjadi jalan terwujudnya kejayaan bagi NKRI termasuk Aceh di dalamnya.

"Saya mengerti Aceh pernah memiliki kejayaan armada kapal dan disegani seluruh dunia. Saya berdoa dan berharap Aceh akan bangkit menuju kejayaan. Saya harap dorongan dari Aceh kita bisa bangkit bersama menjadi bangsa yang terhormat," tegas Prabowo.


Prabowo dan Aceh

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku ketika datang ke Aceh merasa punya perasaan khusus yang membuatnya bangga. Dia menceritakan, Ayahnya sudah dianggap anak oleh pemimpin Aceh saat itu, Teungku Muhammad Daud Beureueh sehingga dia menganggap seperti pulang ke kampung sendiri setiap berkunjung ke Tanah Rencong tersebut.

"Dulu setiap orangtua saya pulang dari Aceh, selalu merasa bangga karena dia dianggap sebagai anak Pak Daud Beureueh. Ayah saya dulu dosen mengajar ekonomi di Universitas Syiah Kuala, makanya setiap satu bulan pergi ke Aceh," kata Prabowo.

Karena kedekatan Ayahnya dengan pemimpin Aceh saat itu, dia juga memiliki kedekatan batin dengan rakyat Aceh. "Karena itu saya merasa sangat dekat dengan masyarakat Aceh," ucap Prabowo.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading