Menguras Kantong, Sandi Uno: Milenial Jangan Jadi Politisi

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
22 December 2018 12:06
Menguras Kantong, Sandi Uno: Milenial Jangan Jadi Politisi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sandiaga Salahuddin Uno berharap para santri milineal untuk membangun negeri ini dengan menjadi entrepreuner dan jangan jadi politisi, karena menguras kantong.

Hal ini disampaikan calon wakil presiden nomor urut 02 ini saat memberikan motivasi pada para santri di joglo Ponpes Ngabar Wali Songo.

"Milenial bonus demografi yang bisa membuat Indonesia gemilang di tahun -tahun mendatang. Milenial harus punya niat dan ketetapan hati memberikan pengaruh positif pada ekonomi negeri ini yang sedang tidak baik, dan peran ini bisa diambil para santri, jangan jadi politisi, menguras kantong," kata Sandiaga dalam siaran pers, Sabtu (22/12/2018)


Menurut Sandi Para santri mileneal harus terus memikirkan cara-cara baru, temukan terobosan-terobosan, selalu siap mengambil resiko dan silaturahmi dengan membuat jejaring. Karena silaturahmi itu selain memperpanjang umur, juga salah satu satu pintu rejeki," terang Sandi.

"Santri milenial harus menciptakan masa depan untuk sendiri, pemuda bisa cari peluang. Harus jadi entreprenuership, you can do it," kata Sandi.

Dalam kesempatan berbeda Sandiaga Uni menemukan tempe seperti batu bata saat menyerap aspirasi pedagang Pasar Songgolangit di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Ponorogo. Sang penjual Ririn hanya tersenyum mendengar candaan Sandi.

"Tempe berbentuk batu bata ini harus dibeli," kata mantan wakil gubernur DKI ini sambil mengeluarkan uang setatus ribu, Ririn pun bertambah senyumnya saat tidak perlu mengembalikan uang. "Buat ibu Ririn saja," ucap Sandi.

Ririn menjual tempe sebesar batu bata seharga Ro 3000. Sedangkan tempe yang lebih besar, yang disebut Sandi tempe kibor di jual seharga Rp 7000. Menurut Ririn harga mulai naik. Sebelumnya tempe batu bata dijual seharga Rp 2500 sedangkan yang lebih besar naik seribu rupiah menjadi Rp 7000.

Siti Zaitun penjual telur juga mengaku harga telurnya naik. Sebelumnya Siti menjual seharga Rp 22.000 sekarang Rp 24.000. Semua harga-harga naik pak, semoga saja nggak terus begini. Setiap natal dan tahun baru pasti naik,"
Keluh Siti.

Menurut Sandi, jika diberi amanat untuk melayani masyarakat Indonesia. Dia berjanji akan merealisasikan harga-harga stabil dan terjangkau.

"Tadi pedagang dan pembeli mengeluh harga-harga naik. Tidak hanya telur, tempe, tapi juga ayam dan beras. Salah satu solusinya adalah penyedehanaan rantai distribusi terbuka dan berkeadilan. Sehingga tiap ada hari raya besar semua kebutuhan pokok naik," terang Sandi yang disambut hangat oleh pedagang Songgolangit.


[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading