Kecuali Trump, Para Pejabat AS Tahu Penangkapan Bos Huawei

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
07 December 2018 11:22
Kecuali Trump, Para Pejabat AS Tahu Penangkapan Bos Huawei
Jakarta, CNBC Indonesia- Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton mengaku tahu bahwa Direktur Keuangan (CFO) Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas perintah pemerintah AS.

"Saya sudah tahu sebelumnya," ujar Bolton, Kamis (6/12/2018), sebagaimana dilansir dari CNBC Internasional. Meski begitu, Ia sebut bahwa Presiden Donald Trump tidak tahu apa-apa soal penangkapan ini. Padahal saat penangkapan terjadi, Trump sedang menikmati makan malam dengan pimpinan China, Xi Jin Ping.

[Gambas:Video CNBC]




Bolton juga mengatakan dalam sebuah wawancara dengan National Public Radio (NPR) yang disiarkan Kamis malam bahwa Huawei adalah perusahaan di mana para pejabat AS prihatin dengan berbagai alasan.

Bolton tidak akan memberikan rincian kejahatan atau kejahatan yang dituduhkan jaksa federal AS terhadap Meng, putri pendiri Huawei Ren Zhengfei (46), menurut transkrip wawancara yang dirilis oleh NPR.

"Saya lebih suka tidak masuk ke spesifik masalah penegakan hukum," kata Bolton, yang menolak untuk menjawab apakah penangkapan itu terkait dengan sanksi terhadap Iran, seperti yang diklaim orang lain pada Kamis.

"Tapi kami memiliki kekhawatiran besar selama bertahun-tahun di negara ini tentang praktik perusahaan China untuk menggunakan kekayaan intelektual Amerika yang dicuri.

Lalu terlibat dalam transfer teknologi paksa, dan untuk digunakan sebagai senjata dari tujuan pemerintah China dalam hal teknologi informasi khususnya, "katanya.

"Jadi diluar penangkapan khusus ini, tetapi Huawei adalah salah satu perusahaan yang kami khawatirkan," katanya. "Ada juga yang lain. Saya pikir ini akan menjadi subjek utama dari perundingan yang Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping sepakati di Buenos Aires.

Kecuali Trump, Para Pejabat AS Tahu Penangkapan Bos HuaweiFoto: CFO Global Huawei Meng Wanzhou (Foto: Huawei)


"

Pada April, Pentagon berhenti menjual ponsel dan modem yang dibuat oleh Huawei dan perusahaan lain, ZTE, di toko-toko di pangkalan militer AS karena kemungkinan risiko keamanan dari perangkat.

Meng ditangkap Sabtu, pada hari yang sama ketika Trump dan Bolton makan malam dengan pemimpin Tiongkok Xi pada KTT G-20 di Buenos Aires.



Ketika ditanya apakah Trump tahu sebelumnya bahwa penangkapan Meng akan terjadi, Bolton berkata, "Saya tidak tahu jawabannya."

Kantor berita Reuters melaporkan Kamis malam, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, bahwa Trump tidak mengetahui rencana penangkapan pada saat makan malam itu.



"Saya tahu sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang kami dapat dari Departemen Kehakiman," kata Bolton. "Hal-hal semacam ini terjadi dengan frekuensi tertentu. Kami tentu saja tidak memberi tahu presiden tentang mereka semua."

Ketika ditunjukkan oleh reporter NPR, Steve Inskeep bahwa dia akan tahu selama makan malam dengan Xi bahwa "penangkapan ini terjadi," Bolton menjawab, "Yah, Anda tahu ada banyak hal yang tertunda pada waktu tertentu. . "



"Anda tidak tahu persis apa yang akan terjadi dalam hal tindakan penegakan hukum tertentu," kata Bolton. "Itu tergantung pada banyak keadaan lain."

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan CNBC tentang apakah Trump tahu. Penangkapan Meng telah membuat marah para pejabat China. Mereka menuntut pembebasannya, bahkan ketika Departemen Kehakiman mencari ekstradisinya ke AS.

Kasus ini juga semakin mengguncang hubungan perdagangan yang sudah tegang antara AS dan China.

Negara-negara pekan lalu melanda gencatan senjata 90 hari dalam pertengkaran perdagangan mereka.

Seseorang yang akrab dengan masalah itu mengatakan kepada Reuters bahwa penangkapan Meng terkait dengan pelanggaran sanksi AS. Iran saat ini menjadi subyek sanksi AS. Senator Ben Sasse, R-Neb mengatakan bahwa penangkapan Meng adalah "untuk melanggar sanksi AS terhadap Iran."

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading