Dolar Tinggi Bikin RI Impor Jagung! Kok Bisa?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
08 November 2018 11:50
Dolar Tinggi Bikin RI Impor Jagung! Kok Bisa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjelaskan alasan perlunya impor 50.000 - 100.000 ton jagung. Kali ini, dia menyebut kebijakan tersebut diambil atas permintaan peternak kecil di berbagai daerah.

"Kenapa impor? Peternak Blitar yang minta, bahkan sampai demo. Ada 2 juta lebih peternak yang harus dilindungi. Presiden minta lindungi rakyat kecil. Jumlah peternak makin hari makin berkurang," ungkapnya di sela meninjau pasokan dan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Kamis (8/11/2018) pagi.

Dengan adanya impor ini, menurutnya, harga jagung dapat terkontrol sehingga tidak memberatkan peternak kecil dalam memenuhi kebutuhan pakan. Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan buntut tidak direalisasikannya impor gandum oleh pengusaha besar.



Amran mengatakan, biasanya pengusaha besar memanfaatkan impor gandum kemudian dioplos dengan jagung untuk pakan ternak. Namun, pada 2018 Amran menyebut pengusaha besar mengurangi impor gandum.

"Karena katanya alasannya ada kenaikan dolar, selisih Rp 2.000. Sehingga mereka ramai-ramai menyerap jagung ke petani. Dibayar sebelum panen. Sehingga peternak kecil tidak kebagian," bebernya.

Foto:Ilustrasi jagung (Freepik)


Padahal, peternak kecil hanya bisa memakai jagung sebagai pakan ternak. Sedangkan pengusaha besar, lanjut Amran, harusnya bisa mix gandum dan jagung.

"Satu sisi kita senang karena jagung kita ini kualitas internasional. Disenangi juga pengusaha besar, kualitasnya bagus. Hanya saja ini kejadian tiba-tiba, tidak impor gandum untuk pakan. Maka kami ambil langkah."

"Kemudian peternak kecil berteriak, kami turun. Kami tidak ingin peternak kecil berteriak. Menderita, membeli pakan mahal," tegas Amran. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading