Catat! Ini Syarat Bagi Warga Jakarta untuk Beli Rumah DP Rp 0

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
12 October 2018 18:14
Catat! Ini Syarat Bagi Warga Jakarta untuk Beli Rumah DP Rp 0
Jakarta, CNBC Indonesia - Program rumah DP Rp 0 hari ini diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Seremonial peluncuran digelar di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur siang tadi.

Adapun pendaftaran bagi warga yang tertarik membeli hunian DP Rp 0 ini dibuka mulai 1 November 2018.


Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemprov DKI Jakarta, Meli Budiastuti, mengatakan bahwa Setiap kandidat pendaftar tanpa terkecuali harus melewati proses seleksi tiga tahapan. Ini dilakukan untuk memastikan penerima program DP Rp 0 adalah kandidat yang tepat dan membutuhkan.


Seleksi ini meliputi verifikasi oleh Pemda DKI Jakarta, verifikasi bank pelaksana yakni Bank DKI, dan penetapan daftar normatif penerima manfaat.

Adapun syarat administrasi yang harus dilengkapi yakni:

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta
2. Kartu Keluarga (KK)
3. Surat permohonan fasilitas pembiayaan rumah MBR
4. Surat pernyataan penghasilan, belum memiliki rumah, belum menerima subsidi perumahan, akan menempati rumah, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Surat Nikah atau Akta Nikah yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Ditegaskan, program ini hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI yang telah tinggal di Jakarta sekurang-kurangnya 5 tahun. Selain itu, penerima manfaat juga harus berpenghasilan Rp 4 - 7 juta setiap bulan.

Foto: Ilustrasi hunian DP Rp 0 (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


"Prioritas bagi warga yang telah menikah. Bagi warga yang terpilih, wajib memiliki rekening Bank DKI. Untuk saat ini masih Bank DKI. Kami harapkan nanti bank-bank nasional lainnya akan ikut berpartisipasi mendukung program ini," kata Meli.

Terkait skema pembayarannya, Pemda DKI memfasilitasi untuk pembiayaan uang muka dengan nilai maksimal adalah 20% dari harga rumah ini.

Meli menyebutkan harga tipe 21 kurang lebih sekitar Rp 210 juta, sedangkan untuk tipe 36 kurang lebih sekitar Rp 320 juta.

"Itu belum termasuk PPN, karena tipe 36 terkena PPN, sedangkan tipe 21 tidak. Apabila masyarakat mengajukan untuk pembayaran uang muka difasilitasi oleh Pemda DKI, maka Pemda DKI melalui APBD akan mengalokasikan. Angsurannya nanti sekitar antara Rp 2,1 juta sampai Rp 2,6 juta," pungkasnya.

Pantauan CNBC Indonesia di lokasi, sejumlah warga memang belum mengetahui persyaratan untuk membeli rumah ini. 

Sudaryati (56) warga Rawasari Jakarta Timur, misalnya, datang ke lokasi karena berminat memanfaatkan program rumah DP Rp 0.
"Informasi tentang rumah ini belum jelas. Makanya saya kesini ingin tahu langsung seperti apa-apanya gitu. Sosialisasi selama ini paling tahunya dari TV atau koran. Pernah dengar-dengar katanya ada pengumuman di kecamatan, tapi saya belum sempat ke sana," ujarnya.
Sudaryati mengaku tertarik, meski bentuk rumah yang ditawarkan berumah hunian vertikal. Hanya saja, ada kekhawatiran yang dia rasakan jika menempati hunian vertikal.
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading