Tak Andalkan Bahan Impor, Proyek Kementerian PUPR Jalan Terus

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
10 August 2018 17:04
Tak Andalkan Bahan Impor, Proyek Kementerian PUPR Jalan Terus
Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh proyek yang tengah digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak ada yang dihentikan. Artinya, keputusan Presiden Joko Widodo yang meminta beberapa proyek berhenti untuk menurunkan impor tidak berlaku bagi PUPR.

Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto mengatakan, proyek yang dikerjakan oleh pihaknya tidak dihentikan karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi. Dengan demikian maka proyek yang dikerjakan oleh PUPR tidak akan menggangu neraca perdagangan dalam negeri.

"Untuk PUPR enggak ada yang ditunda, jalan semua. Karena kandungangan dalam komponen proyek-proyek kita adalah TKDN [tinggi] semua," ungkapnya hari ini, Jumat (10/8/2018).


Dia menjelaskan, proyek-proyek yang dikerjakan oleh PUPR seperti jalan umum, jalan tol, waduk, hingga rumah subsidi menggunakan hampir 100% bahan baku lokal. Adapun yang bahan baku impor seperti baja tapi itu hanya sedikit saja.

"Proyek-proyek kita adalah kandungan lokal, ya pasir, batu, aspal, semen, hampir semua lokal. Mungkin 99%. Paling baja, itu pun sedikit sekali," jelasnya.

Untuk proyek tahun depan saja, pihaknya akan memberikan syarat kepada peserta tender untuk menggarap proyek dengan kandungan TKDN minimal 25%.

"Itu ada di perpres nomor 16 tahun 2016. Jadi mungkin peserta lelang yang menggunakan kandungan (TKDN) tertentu akan diperhitungkan dalam penawarannya. Jadi kita tidak ada ketergantungan impor. Jadi semua aman," tegasnya.

Sebagi informasi, Presiden Jokowi meminta agar pemerintah bisa menunda beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang menggunakan banyak bahan baku impor. Ini dilakukan untuk mengurangangi impor yang semakin tinggi disaat pelemahan nilai tukar Rupiah. Ini juga untuk menyeimbangkan neraca perdagangan nasional. (ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading