Di Balik Layar Menuju Deklarasi Jokowi-Ma'ruf Amin

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
10 August 2018 08:10
Jokowi pilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres di pilpres 2019.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak pagi di hari Kamis (9/8/2018), nuansa di Jalan Medan Merdeka Utara sudah menghangat. Berbagai macam rumor bertebaran di jalanan, media sosial, maupun obrolan.

Pada malam sebelumnya, telah santer beredar kabar di beberapa grup WhatsApp terbatas bahwa Presiden Joko Widodo hampir pasti berpasangan dengan Mahfud MD dalam pemilihan umum presiden (pilpres) 2019 mendatang. Beberapa orang dengan kemampuan analisis cukup jitu bahkan berani berkata, "Sudah hampir pasti," meskipun selalu dibarengi embel-embel yang selalu diulang, "tapi politik kan dinamis dan semua bisa berubah."

Sementara di kubu sebelah, Prabowo Subianto masih terus melakukan penjajakan, dengan nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Salim Segaf Al-Jufri sebagai kandidat kuat. Pagi itu pula, Prabowo akan bertemu bos Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.


Hampir semua grup WhatsApp, apalagi yang berisi rekan-rekan wartawan dan analis politik saling bertukar informasi bernuansa analisis dan informasi bernuansa gosip. Pada masa-masa inilah batas antara analisis dan gosip sebenarnya susah dipilah.

Di Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri telah berkumpul sejak pukul 10.00 WIB. Nampak Menteri Koordinator Polhukam Wiranto, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga hadir.

Menteri-menteri ini bukan berkumpul untuk membahas isu politik, melainkan untuk melakukan rapat koordinasi percepatan reformasi birokrasi. Tidak ada yang aneh selama rapat berlangsung, hingga segerombolan Paspampres yang bertugas di Istana Presiden datang ke kantor Wapres.

Foto: CNBC Indonesia/Arys Aditya
Jokowi, didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, secara mendadak berkunjung ke kantor JK. Pukul 11.34 WIB, Jokowi masuk dan melakukan rapat dengan JK. Rapat hanya berlangsung singkat, sekitar 15-20 menit, dan keduanya keluar memberikan pernyataan kepada pers.

Jokowi yang mengenakan batik berwarna cokelat menyebut ia telah menyampaikan kepada JK mengenai pendaftaran ke KPU.

"Saya sampaikan ke Pak JK bahwa besok pagi kalau saya dan cawapres akan mendaftar ke KPU," kata Jokowi.

Belakangan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Jokowi telah secara langsung meminta kepada JK untuk menjadi ketua tim sukses Koalisi Indonesia Kerja.

Usai pertemuan Jokowi-JK, berbagai rumor makin kencang bergulir. Secara resmi, Jokowi tidak memiliki agenda rapat apapun pada hari itu. Tapi semua wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan sudah bersiaga dan waspada terhadap kemungkinan apapun.

Di tempat lain di sekitar waktu yang sama, muncul rumor dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa tiga nama telah selesai mengurus surat pernyataan tidak sedang dalam kondisi pailit, yang menjadi salah satu syarat untuk mendaftar sebagai capres dan cawapres.

Tiga nama itu: Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Mahfud MD.

Rumor pertama muncul sekitar pukul 12.00 WIB, bahwa Presiden Jokowi akan melakukan pengumuman dan deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, sekitar pukul 17.00 WIB.

Rumor lainnya muncul. Jokowi akan melakukan konsolidasi terbatas dengan beberapa saja ketua umum partai pendukung. Disebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Airlangga akan bertemu dengan Jokowi di Istana.

Pukul 14.00 WIB, rumor ketiga muncul. Seluruh ketua dan sekjen partai pendukung akan bertemu dengan Rumah Makan Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, untuk melakukan finalisasi nama cawapres sekaligus penandatangan dokumen untuk diserahkan ke KPU.

Rumor ketiga perlahan mengencang setelah beberapa petinggi partai mengonfirmasi kebenaran rumor itu. Mereka akan bertemu di RM Plataran dan Jokowi dijadwalkan hadir di pertemuan itu.

Waktu terus bergulir. Ketika nyaris seluruh wartawan Istana akan berangkat ke tempat pertemuan, ternyata rumor pertama menemui kebenaran. Megawati dan Surya Paloh bertemu dengan Jokowi terlebih dahulu di Istana Merdeka. Wartawan tidak diperbolehkan mendekat ke tempat pertemuan.

Di tempat pertemuan, secara berurutan petinggi parpol pendukung hadir. Dimulai dari Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PSI Grace Natali, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PPP Arsul Sani.

Kemudian, disusul oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Berikutnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Surya Paloh, dan Airlangga datang dalam satu mobil. Gelombang petinggi partai yang terakhir hadir adalah Megawati dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.


Pukul 17.07 WIB, Jokowi akhirnya datang mengenakan kemeja putih ciri khasnya dan sepatu sneaker.

Tidak lama kemudian, kembali beredar rumor jika Mahfud MD telah merapat ke tempat pertemuan. Hal ini ditambah secara mendadak, mobil Menkeu Sri Mulyani, salah satu nama yang juga beredar sebagai cawapres Jokowi, tiba-tiba terlihat di sekitar tempat pertemuan.

Secara seketika, ratusan wartawan yang berada di depan RM Plataran langsung berpaling mencari sosok Mahfud. Mahfud dikabarkan bakal berjalan kaki menuju RM Plataran dari seberang jalan.

Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Nyatanya, sekitar 20 menit menunggu, Mahfud yang telah berpakaian rapi tersebut tidak kunjung berjalan menuju RM Plataran. Mahfud balik kanan. Mobil Sri Mulyani dan patwal menterinya juga ternyata hanya lewat.

Gosip beredar bahwa pembahasan di dalam 'berbelok'. Istilah lain yang beredar, Mahfud 'kena gocek' Cak Imin. Nama Ma'ruf Amin tiba-tiba mengencang.

Belakangan, setelah pengumuman cawapres oleh Jokowi, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa memang Cak Imin berperan penting dalam kandidasi dirinya.

"Kalau enggak ada Cak Imin, mungkin saya enggak terpilih," kata Ma'ruf dalam keterangan pers di rumahnya.

Sesaat setelah pengumuman resmi oleh Jokowi yang didampingi oleh seluruh petinggi partai pendukung, rumor tidak kunjung habis. Muncul isu bahwa dirinya akan bertemu Mahfud di Istana. Sebutannya, Jokowi ingin 'menyampaikan rasa bersalah' karena nama Mahfud sampai terbawa dalam pusaran ketidakpastian.

Namun, hingga pukul 21.00 WIB, pertemuan itu terpantau tidak terjadi di Istana.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading