Rupiah Jeblok, Ferrari dan Lamborghini Ikut Jadi Korban?

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
03 August 2018 14:12
Rupiah Jeblok, Ferrari dan Lamborghini Ikut Jadi Korban?
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Jusuf Kalla mencetuskan ide bahwa Indonesia harus mengurangi impor barang mewah. Salah satunya, kata JK, RI bisa menghentikan impor mobil mewah seperti Ferrari dan Lamborghini.

"Saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc."

"Tak usah impor Ferrari, tak usah impor Lamborghini. Contohnya macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi," kata dia.


Tujuan JK menghentikan impor barang mewah ini tidak lain guna menekan defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD).


Cara menekan CAD antara lain dengan menggenjot ekspor dan menahan impor. Artinya, nilai ekspor Indonesia harus lebih besar dari impor.

Jika pemerintah berhasil menggenjot ekspor, maka itu akan membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Adapun, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendukung penuh usulan JK menyetop impor mobil mewah ini.

"Kalau Pak JK bilang gitu, saya dukung saja. Kalau demi kepentingan nasional, apapun kita lakukan. Negara butuh dolar, kita lakukan," kata dia, Jumat (3/8/2018).

"Kepentingan nasional kita pegang. Karena, Presiden sudah bilang negara butuh dolar kan. Kita sudah lama terlalu senang impor," tegas Luhut.

Di Indonesia, penjualan Ferrari ditangani oleh PT Surya Sejahtera Otomotif sebagai importir dan PT Citra Langgeng Otomotif selaku sole distributor sejak 2001. Kedua perusahaan itu berada di bawah bendera MRA Group.

Sementara itu, distributor Lamborghini di Indonesia adalah PT Euro Super Mobilindo.

Lamborghini sendiri adalah merek asal Italia, yang kini dipegang oleh pabrikan Jerman yaitu VW-Audi. Pada 21 Januari 1994, pengusaha Indonesia tercatat juga pernah menguasai merek Lamborghini. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading