Imbal Hasil Surat Utang Naik, Sri Mulyani Siapkan Strategi

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 June 2018 13:39
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tak ambil pusing dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tak ambil pusing dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang sudah menembus angka 7,6%, diterpa gejolak ekonomi global.

Sri Mulyani mengatakan, jadwal penerbitan surat utang untuk memenuhi pembiayaan kas keuangan negara akan tetap dilakukan. Meski demikian, pemerintah pun akan tetap melakukan antisipasi. Salah satunya, dengan mencari alternatif sumber pembiayaan lain yang bukan hanya berasal dari penerbitan obligasi.

"Kami tentu komunikasi dan siapkan strategi bagaimana mendapatkan pembiayaan yang paling kecil, termasuk alternatif pembiayaan. Namun dari sisi auction, kami tetap lakukan," kata Sri Mulyani, Kamis (27/6/2018).


Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai, pelaksanaan kas keuangan negara sejauh ini cukup positif. Realisasi belanja dan penerimaan per Mei cukup membuat pemerintah optimistis menatap sisa tahun 2018.

Realisasi belanja pemerintah hingga Mei 2018 mencapai Rp 458 triliun atau tumbuh sebesar 19,93% YoY. Sementara realisasi penerimaan negara selama periode tersebut mencapai Rp 685 triliun atau tumbuh 15,33% YoY.

Dengan kondisi tersebut, Sri Mulyani mengaku sudah mengkalkukasi berapa besar pembiayaan yang dibutuhkan hingga akhir tahun. Berbagai strategi akan dilakukan pemerintah, untuk memenuhi pembiayaan APBN.

"Ini masih Juni, sampai Desember sudah ada di dalam UU APBN, berapa estimasi belanja, berapa pembiayaan. Kami akan lakukan. Bukan kalau yield berubah, terus kita takut atau diam. Kami lakukan saja," tegasnya.

Sebagai informasi, ketika yield mengalami kenaikan artinya harga obligasi pemerintah turun akibat sepinya minat investor terhadap instrumen tersebut.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading