Sepanjang 2017, BUMN RI Raih Laba Bersih Rp 186 T

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
05 June 2018 19:04
Sepanjang 2017, BUMN RI Raih Laba Bersih Rp 186 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat sepanjang 2017 seluruh BUMN berhasil mencetak laba bersih senilai Rp 186 triliun.

"Laba ini seiring dengan pendapatan BUMN yang naik 4% dari 2014 sebesar Rp 1.955 triliun menjadi Rp 2.028 triliun. Tahun ini target pendapatan kita Rp 2.028 triliun dengan laba Rp 218 triliun," ujar Sekretaris Menteri BUMN Iman A Putro di Gedung DPR RI, Selasa (05/06/2018).

Selain itu, lanjutnya, sepanjang 2017 BUMN juga berkontribusi terhadap APBN sebesar Rp 351 triliun yang terdiri dari pajak sebesar Rp 211 triliun, PNBP sebesar Rp 99 triliun, dan dividen sebesar Rp 41 triliun.


"Sementara itu kontribusi BUMN terhadap kapitalisasi pasar saham sepanjang 2017 mencapai 25,99% atau sebesar Rp 1.839 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari empat BUMN yaitu Telkom, BRI, Mandiri, dan BNI," paparnya.

Utang BUMN

Meskipun demikian, Iman menyebutkan pihaknya mencatat total utang seluruh BUMN dalam rangkan melakukan ekspansi hingga akhir 2017 mencapai Rp 4.800 triliun.

"Utang BUMN hingga akhir 2017 itu sebesar Rp 4.800 triliun. Sebagian besar dalam bentuk rupiah. Tapi itu sebagian besar dana pihak ketiga atau tabungan yang ada di perbankan yang tercatat sebagai utang. Kalau utang yang murni pinjaman dari perbankan itu sekitar Rp 2.000 triliun," ujarnya.

Mengetahui fakta tersebut, anggota Komisi VI DPR RI mengusulkan untuk menggelar rapat khusus untuk membicarakan secara detil terkait utang BUMN yang dinilai terlalu besar.

Dalam laporan keuangan perbankan, dana pihak ketiga (DPK) tidak disebut sebagai utang. Sebab, para penabung dikategorikan pihak yang menitipkan dananya diperbankan dan sebagai imbal diberikan bunga simpanan.


Bila dicatatkan sebagai utang maka pemberi utang disebut sebagai kreditur.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading