Harga Bawang Putih Dimainkan Importir Hingga Rp 50.000/Kg

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
01 June 2018 10:17
Harga Bawang Putih Dimainkan Importir Hingga Rp 50.000/Kg
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menetapkan lima perusahaan ke dalam daftar hitam impor bawang putih.

Lima perusahaan itu adalah PT PTI, PT TSR, PT CGM, PT FMT dan PT ASJ, di mana kelimanya dinilai mempermainkan harga dengan menjual bawang putih impor sangat mahal.

Mentan mengungkapkan harga pembelian impor bawang putih Rp 5.600/kg, namun dijual di dalam negeri mencapai Rp 45.000-Rp 50.000/kg.


Dia mengatakan harusnya harga rata-rata bawang putih impor yang beredar di pasar tidak lebih dari Rp 20.000/kg.

"Kami kirim tim ke China dan pertimbangannya adalah disparitas harga tersebut cukup tinggi jadinya. Ini menyakiti petani Indonesia dan para petani," ujar Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Jumat (1/6/2018).

Menurutnya, dengan menjual harga bawang putih mencapai hingga ratusan kali lipat, perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan mampu meraup keuntungan sebesar Rp 19 triliun pertahunnya.

Nilai tersebut dilihat dari keuntungan penjualan yang didapat yaitu sekitar Rp 30.000/kg dari penjualan yang dilakukan di Indonesia. Sehingga, seluruh perusahaan yang di blacklist tersebut telah ditutup operasinya dan tidak diperbolehkan lagi untuk berbisnis di sektor pangan.

"Kami saat ini sedang memproses hukum 497 kasus pangan, sedankan untuk 26 importir bawang putih yang sudah mendapatkan izin impor 2018 akan terus kami evaluasi kalau terbukti kartel maka akan kami blacklist," tambah Amran.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Holtikultura Prihasto Setyanto Kementan menambahkan, kelima perusahaan yang masuk dalam daftar hitam tersebut diperkirakan menguasai 20%% hingga 30% dari jumlah total kuota impor yang diberikan yaitu sebesar 500 ribu ton.

"Mereka itu izin impornya di Jawa Timur, tapi dibawanya ke Sumatera Utara jadi sifatnya memakai bendera-bendera perusahaan lain gitu ya," ujar Prihasto dalam kesempatan yang sama.

Dengan daftar hital yang diberikan pemerintah pada kelima perusahaan tersebut, nantinya akan digantikan dengan pemerintah daerah dan perusahaan lokal untuk menggantikan bisnis bawang putih perusahaan tersebut.

"Perusahaan yang di blacklist tersebut akan digantikan dan dipersilahkan bagi BUMD, BUMN maupun perusahaan lokal masuk kedalam bisnis bawang putih. Bila di pasar terjadi gejolak harga, mereka akan emnstabilkan harga dengan operasi pasar," tambah Amran. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading