Jangan Sembarangan Tukar Uang Receh, Waspada Uang Palsu

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
23 May 2018 14:49
Jangan Sembarangan Tukar Uang Receh, Waspada Uang Palsu
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat tidak sembarang tempat menukarkan uang jelang perayaan hari raya Lebaran. Sebab sampai saat ini, BI masih menemukan adanya peredaran uang palsu.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengungkapkan, jumlah peredaran uang palsu dalam beberapa tahun terakhir sudah menurun cukup signifikan. Namun, bukan berarti tidak ada sama sekali uang palsu yang beredar di masyarakat.

"Temuan kami saat ini adalah 3 lembar di antara satu juta. Jadi memang masih ada yang dipalsukan, padahal pengamanannya sudah canggih," kata Rosmaya, Rabu (23/5/2018).


Sebagai informasi, pada akhir 2017 jumlah uang palsu yang ditemukan mencapai 9 lembar dari total 1 juta uang lembar uang diedarkan. Jumlah tersebut semakin menurun dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dalam perayaan hari raya Lebaran, BI bekerja sama dengan perbankan nasional akan membuka 1.000 titik layanan penukaran uang layak edar di berbagai wilayah Indonesia. Bukan hanya di titik jalur mudik, melainkan juga di wilayah terluar dan terpencil.

Rosmaya menegaskan, menukar uang di layanan kas resmi memiliki sejumlah keuntungan. Selain terjamin keasliannya, masyarakat tidak akan dikenakan biaya-biaya tambahan dalam menukar uang yang selama ini kerap dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

"Kami ingin masyarakat menukar di tempat yang resmi, karena tidak ada biaya tambahan dan adem. Serta bisa lihat yang ganteng-ganteng. Masyarakat jangan pernah menukar di tempat yang tidak resmi," jelasnya.

Jangan Sembarangan Tukar Uang Receh, Waspada Uang PalsuFoto: Aristya Rahadian Krisabella


Adapun dalam mata uang rupiah, setidaknya ada 13 unsur yang bisa dideteksi oleh masyarakat atau dengan alat bantu seperti sinar ultraviolet atau kaca pembesar. Lantas, apa saja unsur pengamannya?

1. Bahan Uang

Uang kertas rupiah terbuat dari kertas khusus berbahan serat kapas.

2. Warna

Warna uang terlihat terang dan jelas.

3. Benang Pengaman

Terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang kertas rupiah pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000. Khusus untuk pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.

4. Colour Shifting (Tinta Berubah Warna)

Gambar perisai yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda. Pada pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 terdapat perubahan warna dari merah kemerahan menjadi hijau, sedangkan pada Rp 20.000 terjadi perubahan warna dari hijau menjadi ungu.

5. Multicolour Latent Image (Gambar Tersembunyi Multiwarna)

Terdapat gambar tersembunyi multiwarna berupa angka yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.

Pada pecahan Rp 100.000 terdapat kombinasi warna merah, kuning, dan hijau pada angka Rp 100.

Pada pecahan Rp 50.000 terdapat kombinasi warna merah, kuning, dan biru pada angka Rp 50 dan pada pecahan Rp 20.000 terdapat kombinasi warna merah, kuning, dan hijau pada angka Rp 20.

Lalu, pada pecahan Rp 10.000 terdapat kombinasi warna ungu, biru, dan kuning pada angka Rp 10.

6. Latent Image (Gambar Tersembunyi)

Pada bagian depan, untuk pecahan Rp 20.000, terdapat tulisan 'BI' dalam bingkai persegi panjang yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu. Kemudian pada pecahan Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000 terdapat angka 5, 2, dan 1 yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.15 bank ikut bantu layanan penukaran.

Kemudian pada bagian belakang, terdapat angka nominal Rp 100, 50, 20, dan 10 yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu pada pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan Rp 10.000.

7. Teknik Cetak Khusus

Gambar utama, gambar lambang negara 'Garuda Pancasila', angka nominal, huruf terbilang, frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia', dan tulisan 'Bank Indonesia' akan terasa kasar apabila diraba.

8. Blind Code (Kode Tuna Netra)

Terdapat berupa pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang yang akan terasa kasar apabila diraba.

9. Watermark (Tanda Air) dan Electrotype (Ornamen)

Terdapat tanda air berupa gambar pahlawan yang ada pada semua pecahan uang kertas.

Logo Bank Indonesia dalam ornamen tertentu akan terlihat apabila diterawang ke arah cahaya.

10. Rectoverso (Gambar Saling Isi)

Logo Bank Indonesia yang akan terlihat utuh apabila diterawang ke arah cahaya.

11. Hasil Cetak yang Memendar

Hasil cetak akan memendar dalam satu atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet.

12. Mikroteks

Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar.

13. Gambar Raster

Berupa tulisan 'NKRI' yang dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesarLayanan kas keliling BI.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading