BPK Kritik Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
05 April 2018 15:17
BPK menyerahkan laporan ke Presiden Joko Widodo hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pemeriksa Keuangan menilai pungutan dan penggunaan dana perkebunan yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit belum sesuai peraturan perundangan.  

Hal ini terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II/2017 yang diserahkan oleh BPK kepada Presiden Joko Widodo, Kamis (5/4/2018).  

Dalam IHPS II/2017 itu, BPK menyebut BPDPKS belum memiliki sistem pengendalian intern yang memadai.  


"Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa pengelolaan pungutan dan penggunaan dana perkebunan sawit pada 2015-2017 belum sesuai dengan ketentuan perundangan," dikutip dari laporan itu. 


Dalam IHPS yang kemarin dilaporkan kepada Parlemen tersebut, BPK mengklaim menyelematkan uang negara senilai Rp 2,37 triliun, terdiri dari penyerahan aset ke kas negara/daerah/perseroan sebesar Rp 65,91 miliar. Berikutnya, koreksi subsidi sebesar Rp 1,63 triliun dan koreksi cost recovery Rp 674,61 miliar.  

Dalam dokumen yang sama, disebutkan bahwa BPK telah melakukan pemantauan atas tindak lanjut kerugian negara yang telah ditetapkan Rp 2,66 triliun, termasuk Rp 719,65 miliar merupakan kerugian pada pemerintah pusat.  

Adapun BPK juga menemukan sembilan kebijakan pengelolaan tata niaga impor pangan yang tidak memenuhi peraturan undang-undang. 

BPK menilai akar masalah ini adalah rekapitulasi data pangan yang belum baik di RI. Menteri Koordinator Perekonomian mengemukakan pihaknya telah meminta agar BPS melakukan konsolidasi data. 

"Ini butuh waktu, karena BPS perlu persiapan. Data ini juga tidak hanya soal data, tapi juga masalah spasialnya, dengan tata ruangnya. Kita juga siapkan juga dengan one map policy yang Agustus akan dilaunching," ujar Darmin usai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu dengan BPK, Kamis (5/4/2018).
Artikel Selanjutnya

Harga Sawit Melejit


(ray/ray)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading