Petugas Tertib Niaga Kementerian Perdagangan melakukan penyegelan perusahaan agen properti di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Petugas Tertib Niaga Kementerian Perdagangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan penyegelan salah satu perusahaan perantara perdagangan properti di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Penyegelan tersebut lantaran kegiatan usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan izin dan perusahaan tidak dapat menunjukkan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Perusahaan hanya mengantongi izin usaha elektonik dan mekanik. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Kegiatan sidak dan penyegelan ini adalah bagian dari upaya perlindungan konsumen. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Untuk sementara, Kementerian Perdagangan menghentikan aktivitas perusahaan tersebut hingga mereka dapat menujukkan izin sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2017 terkait dengan bisnis perusahaan perantara properti. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Direktur Tertib Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, mengatakan saat ini setidaknya ada 50% broker nasional yang tidak memiliki izin usaha atau memiliki izin usaha yang berbeda dari aktivitas bisnisnya. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Sesuai Undang-Undang nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa memiliki perizinan dapat dikenai pasal 106 dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)