Internasional

KFC Masih Hadapi Krisis Ayam di Inggris

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
21 February 2018 18:04
Krisis ayam yang memaksa KFC menutup sebagian gerainya di Inggris masih berlanjut
London, CNBC Indonesia – Ratusan gerai KFC di Inggris tetap tutup pada hari Rabu (21/2/2018) akibat krisis pasokan ayam yang membuat para penggemar merindukan ayam goreng tepung andalannya.
 
Kekurangan pasokan, yang diprediksi akan berlangsung selama seminggu penuh di beberapa daerah di Inggris, telah memicu cemooh dan sangsi dari warganet terhadap raksasa makanan cepat saji asal Amerika Serikat (AS) tersebut.


"Jadi, @KFC kehabisan ayam. Inilah awal dari kiamat,” kata seorang pengguna Twitter @jonevans78, sementara @Brad_Langford berkata, “Bagaimana negara akan mengatasinya?”
 
Sementara itu, produsen makanan pengganti daging Quorn memandang kejadian ini sebagai peluang. Perusahaan tersebut membuat tweet yang menawarkan “Quorn Crispy Nuggets untuk alternatif bebas daging”, dilansir dari AFP.
 
Pada hari Rabu, KFC mengatakan sekitar 450 dari 900 gerainya tetap tutup setelah “masalah operasional” muncul akibat perusahaan jasa pengiriman pasokan asal Jerman, DHL, membuat perusahaan tidak mendapatkan pasokan ayam sama sekali.
 
Pemberitaan pun muncul tentang pegawai-pegawai KFC yang putus asa dan mengambil inisiatif dengan membeli daging ayam sendiri.

Sementara itu, laporan Daily Mail yang dikutip oleh AFP mengatakan peti-peti berisi ayam yang tidak terkirim di depot DHL nantinya akan dimusnahkan.
 
“Sejumlah ayam sudah dikirim,” kata pihak KFC lewat pernyataan di Twitter, sembari menyematkan tautan daftar restoran yang sudah buka.
 
“Setiap hari semakin banyak yang dikirim,” kata seorang juru bicara pada Selasa (20/2/2018) tengah malam.
 
“Namun, kami memprediksi gangguan di sejumlah restoran tetap terjadi sepanjang pekan ini. Artinya, sejumlah gerai akan ditutup sementara yang lain beroperasi dengan menu yang dikurangi dan jam operasional yang lebih pendek."


Krisis ayam ini memuncak selama akhir pekan ketika KFC mengganti kontrak pengirimannya ke DHL dari pemasok asal Afrika Selatan, Bidvest.
 
“Kami bekerjasama dengan mitra pengiriman yang baru, tetapi mereka punya beberapa masalah saat memulai, mendapatkan daging ayam segar untuk 900 restoran di seluruh negeri itu cukup rumit,” kata pihak KFC.
 
“Kami paham masalah ini akan menyebabkan ketidaknyamanan Anda selama beberapa hari terakhir dan mengecewakan Anda ketika sangat menginginkan ayam goreng,” tambah perusahaan tersebut.

Sebelumnya, serikat dagang GMB mengatakan penutupan tersebut adalah imbas dari keputusan konyol KFC untuk mengganti pemasok yang menyebabkan 255 redundansi dan penutupan depot Bidvest.

"Kami mencoba memperingatkan KFC bahwa keputusan ini memiliki konsekuensi, sekarang ayam-ayam tersebut menumpuk,” tulis Pejabat Nasional GMB Mick Rix. "Bidvest adalah ahlinya, sebuah perusahaan distribusi makanan dengan pengalaman bertahun-tahun. DHL mengambil pekerjaan apapun untuk mengalahkan mereka,” katanya.
 
Akibat sejumlah konsumen yang nampaknya menderita gejala kecanduan, salah satu departemen Kepolisian London menegaskan lewat Twitter, “Mohon jangan hubungi kami tentang #KFCcrisis. Bukan urusan kepolisian jika tempat makan kesukaan Anda tidak menyediakan menu yang Anda inginkan."

Direktur Pelaksana Ritel DHL John Boulter mengatakan perusahaan pengirimannya berusaha untuk “kembali ke pelayanan yang normal secepatnya”.
 
“Penyebab dari interupsi tidak terduga dari jasa yang rumit ini sedang ditangani,” tambahnya, meski ia tidak mengungkapkan penyebab pasti dari permasalahan ini.
 
“Kami berkomitmen pada perbaikan bertahap agar KFC dapat membuka gerainya kembali beberapa hari mendatang.”
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading