Rini Tunjuk Dua Staf Khusus Baru, Eks Bos PNM Salah Satunya

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
16 February 2018 07:46
Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk dua staf khusus baru.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Rini Soemarno memberhentikan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PMN) Parman Nataatmadja. Parman diberhentikan untuk diangkat menjadi staf khusus Rini Soemarno.

Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Permodalan Nasional Madani Nomor: SK-40/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Permodalan Nasional Madani.

"Menteri BUMN Rini Soemarno, memberhentikan dengan hormat Sdr. Parman Nataatmadja sebagai Direktur Utama PT PNM (Persero) yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN  Nomor : SK-140/MBU/2013 tanggal 13 Februari 2013, terhitung sejak tanggal 13 Februari 2018 dengan ucapan terima kasih atas segala sumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan tersebut," demikian siaran pers yang dikutip di situs resmi Kementerian BUMN, Jumat (16/2/2018).


Rini Soemarno mengangkat Arief Mulyadi yang semula Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko menjadi Direktur Utama PT PNM (Persero) yang baru. Arief diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-67/MBU/4/2017 tanggal 4 April 2017, terhitung sejak tanggal 13 Februari 2018 dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN tersebut.

"Serta mengangkat Sdr. M. Q. Gunadi sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT PNM (Persero) terhitung sejak tanggal 13 Februari 2018," tutup siaran pers tersebut.

PNM didirikan sebagai bagian dari solusi strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK).

PNM didirikan oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah RI No 38/99 tanggal 29 Mei 1999 yang kemudian disahkan oleh peraturan Menteri Kehakiman RI No C-11.609.HT.01.TH.99 tanggal 23 Juni 1999. Pendirian PNM kemudian dikukuhkan lewat SK Menteri Keuangan RI No 487/KMK.017/1999, tanggal 13 Oktober 1999, yang menunjuk PNM sebagai BUMN Koordinator Penyalur Kredit Program eks Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).

Tunjuk Staf Khusus

Menteri Rini kemudian menunjuk Judith Jubilina Navarro Dipodiputro dan Parman Nataatmadja sendiri sebagai Staf Khusus II dan Staf Khusus V Menteri BUMN.

Menteri Rini menugaskan Judith secara khusus untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan inisiatif strategis BUMN, sinkronisasinya dengan program prioritas pembangunan nasional serta pelaksanaannya. Selain itu, Judith juga bertugas untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan pembiayaan dan pelaksanaan belanja modal (capex) BUMN.

Sedangkan Parman bertugas secara khusus menangani pemantauan, evaluasi serta pelaksanaan kebijakan kontribusi BUMN untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

Profil Judith dan Parman

Dalam situs Kementerian BUMN, disebutkan Judith memulai karir di bidang media dan jurnalistik pada tahun 1983-1995, dia juga pernah menjadi Pimpinan Redaksi di Daily Executive Economic Digest selama 3 tahun.  Tahun 1987, Judith bergabung dengan Standard Chartered Bank. Selanjutnya, dia memulai karirnya di Total E&P Indonesie di tahun 2007. Dia juga aktif di berbagai aktivitas sosial pemberdayaan masyarakat di berbagai yayasan pendidikan, kesehatan dan olahraga, lingkungan hidup dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, dan kebutuhan khusus.

Wanita kelahiran Ceko ini juga memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan. Dia pernah tergabung dalam Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP) selama 8 tahun dari tahun 1991, Staf Khusus Menteri Negara Pengelolaan Aparatur Negara di tahun (1992-1994), Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup di tahun (1993-1996), Staf Ahli Pemkab Kutai Kartanegara (2001-2007), dan terakhir aktif sebagai Koordinator Perkumpulan Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua) semenjak tahun 2014. Sebagai informasi, Pokja Papua merupakan organisasi yang bertujuan untuk mendorong penyelesaian masalah pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur di Papua.

Parman merupakan mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang menjabat selama dua periode dari tahun 2008-2018. Parman menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985, selanjutnya menyelesaikan pendidikan International Executive Program di State University of New York, Buffalo, USA pada tahun 1986. Dari kampus yang sama menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.

Pria yang pernah mendapatkan anugerah tokoh BUMN di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan dari Menteri BUMN ini memiliki pengalaman yang panjang dalam dunia keuangan, dimulai sejak menjadi Direktur PT Danareksa Finance (1993), Managing Director PT Niaga Leasing (1996), President Director PT Niaga Internasional Factors (1996), Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (2005). Parman Nataatmadja juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).
Artikel Selanjutnya

PNM Bakal Disuntuk Rp 1 T, Janji 2 Minggu Diguyur ke UKM


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading