Utang Pemilik ANTV Naik Hampir 5 Kali Lipat

News - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
02 February 2018 11:16
Dengan demikian nilai utang perseroan mencapai 85% dari total nilai utang induk usaha perseroan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) saat ini yang mencapai Rp 4,74 T.
Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menerbitkan global bond akan meningkatkan nilai utang perseroan 4,9 kali dari nilai utang saat ini senilai Rp 832 miliar. Dengan demikian nilai utang perseroan mencapai 85% dari total nilai utang induk usaha perseroan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) saat ini yang mencapai Rp 4,74 triliun.

Perseroan kemarin mengumumkan penerbitan obligasi global (global bond) senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,05 triliun. Surat utang ini akan memiliki jangka waktu selama lima tahun dengan bunga pinjaman maksimal 10%.


MDIA merupakan perusahaan induk dari salah satu stasiun televisi terbesar di Indonesia yaitu ANTV.


Melansir keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dana segar ini salah satunya akan digunakan untuk memberi pinjaman kepada PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang merupakan induk usaha senilai US$130,45 juta.

Adapun VIVA akan menggunakan pinjaman tersebut untuk pembayaran utang kepada PT Cakrawala Andalas Televisi (CAT) sebesar US$78,7 juta dan PT Lativi Media Karya (LM) sebesar US$52,08 juta. Total utang VIVA terhadap CAT saat ini tercatat senilai US$ 121,52 juta.

Perlu diketahui bahwa CAT dan LM masing-masing merupakan anak usaha dari VIVA. Mengutip laporan keuangan kuartal III 2017 yang diterbitkan perusahaan, VIVA memiliki LM sebesar 99,99% melalui kepemilikan langsung. Sementara itu, VIVA juga memiliki 99,99% saham CAT secara tidak langsung, yaitu melalui MDIA.

Per Sembilan bulan pertama 2017, MDIA mencatatkan laba bersih setelah pajak senilai Rp 391,7 miliar, naik 33,5% dari capaian periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 293,3 triliun.

Rasio utang terhadap ekuitas perusahaan (debt to equity ratio/DER), sebelum penerbitan utang, tercatat sebesar 0,33 kali.
Artikel Selanjutnya

Setelah Freeport, RI Caplok Tambang Nikel Raksasa Vale


(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading