Tahun ini, REI Targetkan Bangun 250.000 Unit Rumah Subsidi

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
31 January 2018 19:08
Kebutuhan rumah subsidi masih cukup tinggi di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) tahun ini menargetkan dapat membangun rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 250.000 unit. 

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan jumlah ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yaitu 206.290 unit rumah. Realisasi tersebut juga melebih target awal yaitu 200.000 unit rumah.

"2018 ini sebenarnya memang baru tercatat kesanggupan daerah baru 236.000 unit, tapi kita akan genjot supaya bisa capai 250.000,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor DPP REI, Rabu (31/01/2018).


Soelaeman optimistis target tahun ini dapat terealisasi karena didasari berbagai pertimbangan, antara lain kebutuhan masyarakat yang masih tinggi, adanya komitmen pemerintah untuk mendorong penyediaan rumah rakyat melalui Program Sejuta Rumah (PSR), serta kuatnya semangat pengembang anggota REI untuk membangun rumah subsidi. 


Meski begitu, dia mengakui pelaksanaan PSR ini masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum terealisasinya kebijakan penyederhanaan perizinan untuk pembangunan umah bersubsidi sesuai amanah PP No 64 tahun 2016, masih terjadinya hambatan penyaluran subsidi kredit perumahan oleh perbankan, serta masih adanya kendala teknis dan operasional di 2017 yang perlu dibenahi.

"Saat ini kami terus mengusulkan ke beberapa Pemerintah Daerah yang belum mengimplementasikan kemudahan perizinan agar dapat segera mengimplementasikannya sehingga target PSR bisa tercapai," ungkapnya.

Berdasarkan data DPP REI, tiga daerah penyumbang terbesar rumah MBR tahun 2017 adalah Jawa Barat sebanyak 24.380 unit, Jawa Timur 19.265 unit, dan DKI Jakarta 17.921 unit.

Sementara itu, jelasnya, target pembangunan rumah non subsidi masih sama seperti target tahun lalu yaitu 200.000 unit rumah.

"Mungkin industri properti memang mengalami perbaikan, tapi tentu saja industri yang dikontrol oleh pasar sangat bergantung pada situasi ekonomi, politik global sehingga kami tetap berhati-hati," paparnya.
(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading