Akuisisi ANZ Tuntas, Aset DBS Bakal Melesat Double Digit

News - Donald Banjarnahor & gita rossiana, CNBC Indonesia
31 January 2018 14:46
Dalam hitungan hari, total aset PT Bank DBS Indonesia bakal bertambah double digit.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam hitungan hari, total aset PT Bank DBS Indonesia bakal bertambah double digit setelah akuisisi perbankan ritel PT Bank ANZ Indonesia tuntas dilakukan pertengahan bulan Februari 2018.

Akuisisi tersebut akan meningkatkan aset DBS Indonesia sekitar Rp 7 triliun atau lebih dari 10% dari total aset DBS Indonesia pada akhir 2017 sebesar Rp 65,42 triliun. Total aset Bank DBS Indonesia diperkirakan mencapai Rp 72 triliun pasca akuisisi tuntas.

Direktur Utama Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan fokus perusahaan pada 2017 lalu adalah menyelesaikan integrasi dengan perbankan ritel ANZ, termasuk bisnis kartu kredit yang memiliki 800.000 nasabah dan kredit tanpa agunan. Menurutnya, proses akuisisi akan tuntas dilakukan pada pertengahan Februari mendatang.


"Tim kami bekerja 48 jam pada weekend untuk menyelesaikan proses akuisisi ini," ujar Paulus kepada CNBC Indonesia, Rabu (31/1/2017).

Tidak hanya mengakuisisi aset dan nasabah, proses akuisisi ini juga akan terjadi pada karyawan ANZ khususnya perbankan ritel. “Jadi prosesnya mereka akan diselesaikan hubungan kerja oleh ANZ lalu kami tawarkan untuk bergabung ke DBS. Kalau mereka tertarik maka silahkan bergabung,” ujarnya.

Meski menambah aset secara signifikan, namun proses akuisisi dan integrasi perbankan ritel ANZ memakan investasi cukup besar sehingga laba DBS Indonesia pada 2017 tergerus. Selain itu, laba DBS Indonesia tidak tumbuh karena investasi besar digital bank Digibank.

“Pada tahun lalu kami tumbuh bagus. Pendapatan naik sekitar 8%, namun laba bersih flat karena ada big project Digibank dan akuisisi ritel ANZ,” ujarnya.
Pada akhir 2017, laba DBS Indonesia mencapai Rp502,72 miliar, turun lebih dari Rp186 miliar dibandingkan dengan tahn lalu yang mencapai Rp689,53 miliar.
 
Perjanjian akuisisi wealth management dan perbankan ritel ANz oleh DBS Bank Ltd, induk Bank DBS Indonesia, dilakukan sejak 2016 lalu.  Portofofolio bisnis yang diakuisisi mencakup Singapura, Hong Kong, China, Taiwan, dan Indonesia dengan nilai sekitar 110 juta dolar Singapura di atas nilau buku.

Paulus menambahkan integrasi dengan ini merupakan bagian dari transformasi global yang dilakukan DBS Group. “Proses pergantian kartu kredit nasabah dari ANZ ke DBS akan selesai kurang dari 1 tahun,” ujarnya.
(dob/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading