Pertamina Targetkan Laba 2018 Sebesar US$ 2,4 Miliar

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
18 January 2018 15:35
Pertamina Targetkan Laba 2018 Sebesar US$ 2,4 Miliar
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) menargetkan laba perusahaan mencapai US$ 2,4 miliar pada tahun 2018. Jumlah itu sedikit lebih tinggi dari prediksi laba pada tahun 2017 yaitu US$ 2,2 miliar.

“Perhitungan itu dengan asumsi tidak berubah, yaitu Indonesia Crude Price (ICP) US$  48 per barel,” sebut Direktur Keuangan Arief Budiman di Gedung DPR RI, Kamis (18/1/2018).

Sedangkan untuk investasi perusahaan, kata Arief, mencapai US$ 5,6 miliar sepanjang tahun 2018. Pembagiannya, 55% akan dialokasikan untuk investasi di hulu dan sisanya untuk hilir.


“Ada alokasi untuk akuisisi atau development baru ya. Akuisisi belum tentu akuisisi baru, ada blok di luar Indonesia yang baru,” ungkap Arief.


Arief mencontohnya, saat ini Direktur Utama Pertamina sedang melakukan diskusi dengan pemerintah Al Jazair tentang pengelolaan wilayah kerja (WK) migas baru.

Untuk tahun lalu, investasi perusahaan plat merah itu hanya capai 70% dari target yaitu US$ 4 miliar. Sebab tak tercapainya target investasi adalah beberapa proyek yang dilakukan Pertamina membutuhkan waktu untuk selesai.

“Beberapa membutuhkan waktu, misal Proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB). baru selesai di bulan Desember,” kata Arief.

Adapun Debt Service Coverage Ratio (DSCR) atau rasio kemampuan membayar utang perusahaan mencapai 6 kali. Namun dalam proyeksi Arief, pada tahun bisa pada kisaran 3,5 hingga 4 kali.

“Kami kan beda sama PLN, kalau mereka kan utilitas yang artinya agak jelas atas investasinya. Kalau minyak kan naik turun, kita harus jaga-jaga kalau ada buffer turun,” sebut Arief.
(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading