Maskapai Terbagi Dua Kubu Soal Revisi Tarif Penerbangan

News - Exist In Exist & Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
16 January 2018 12:20
Maskapai Terbagi Dua Kubu Soal Revisi Tarif Penerbangan
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perhubungan mengkaji kemungkinan revisi batas atas dan bawah tarif penerbangan.

Pembahasan kemungkinan revisi tarif itu berlangsung cukup alot dan berlarut menyusul terbaginya maskapai nasional ke dalam dua kubu, ada yang mendukung revisi namun datang juga yang menolak.

“Sudah lama dibicarakan dengan beberapa airlines, karena ada yang setuju dan yang tidak. Ini ada beberapa perimeter yang perlu dipertimbangkan,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, Selasa (16/01/2018).


Ketentuan tarif batas atas dan bawah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Berdasarkan peraturan menteri tersebut, komponen untuk perhitungan tarif mencakup tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi, dan biaya tuslah atau surcharge.

Besarnya tarif batas atas dan bawah berbeda-beda bergantung rute, misalnya Jakarta – Surabaya tarif batas atas ditetapkan Rp 3,92 juta dan batas bawah Rp 1,17 juta.

Agus menuturkan isu revisi tarif juga kian mengemuka seiring dengan naiknya harga minyak dunia hingga menyentuh US$ 70/barel.


Di samping kenaikan harga minyak, lanjut Agus, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah persaingan usaha di antara maskapai penerbangan dan kemampuan penumpang dalam membeli tiket.

“Karena ini menyangkut dengan kelayakan dan keterjangkuan harga tiket, ability to pay masyarakat. Ini sedang kami rundingkan dengan para airlines,” ungkap Agus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan pembahasan revisi tarif masih berlangsung.

“Belum (ditetapkan adanya revisi). Kami lagi diskusi,” jelasnya. (ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading