7 Tahun Tekuni Trading, Kenneth William Bidik Panggung Internasional
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenneth William menyebut trading menjadi perjalanan panjang dengan hasil yang tidak datang dalam semalam. Hal ini sekaligus menjadi prinsip perjalanan tradingnya.
"Karena itu, disiplin dan konsistensi menjadi syarat sukses bagi trader," ujar dia dikutip dari keterangannya, Senin (28/9/2026).
Lahir di Bandung pada 2000, Kenneth mulai mengenal dan menekuni trading pada 2019. Di usia 25 tahun, Kenneth mengaku memiliki kekayaan bersih Rp100 miliar, dengan sebagian besar berasal dari aktivitas trading.
Dia menegaskan pencapaian tersebut hadir setelah melewati sejumlah kegagalan dalam membangun usaha dan mengembangkan kariernya. Sejak sekolah, ia mengaku memiliki ketertarikan kuat pada matematika dan sains. Keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia kemudian memilih mencari pengalaman melalui berbagai kegiatan usaha untuk membangun masa depannya secara mandiri.
Sebelum menemukan pijakan di dunia trading, Kenneth menjalankan sejumlah usaha, termasuk e-commerce dan agensi pemasaran.
"Beberapa di antaranya gagal dan membuatnya pernah berada dalam kondisi terlilit utang," kata dia.
Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membawanya lebih serius mempelajari pasar.
Perjalanan Kenneth di dunia trading pun tak berjalan mulus. Ia berkali-kali gagal sebelum akhirnya mencapai hasil yang dinilainya lebih konsisten. Dari pengalaman tersebut, ia membangun pandangan bahwa kemampuan dalam trading tidak terbentuk secara instan.
Pandangan itu kemudian menjadi bagian dari materi yang ia bagikan kepada audiens. Melalui nama Kenwilboy, Kenneth membuat konten dan melakukan siaran langsung dengan memperlihatkan aktivitas trading di depan kamera.
"Format tersebut membuat audiens dapat melihat proses yang dijalani ketika berhadapan dengan pasar," ujar dia.
Selain membangun audiens melalui konten, Kenneth mendirikan Alpha Institute pada 2022. Komunitas tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi orang yang ingin memahamitrading, mulai dari mempelajari pasar hingga mengembangkan keterampilan dan mengenali risiko. Alpha Institute kini memiliki ribuan anggota.
Melalui komunitas tersebut, Kenneth berupaya mendampingi anggota yang ingin membangun pemahaman mengenai kebebasan finansial. Ia menempatkan pengelolaan risiko sebagai salah satu dasar dalam proses pembelajaran.
"Tujuannya, anggota punya pemahaman yang lebih realistis soal dunia trading," tutur dia.
Menurut Kenneth, anggapan bahwa trading menjadi sarana untuk memperoleh kesuksesan dengan cepat perlu disikapi secara hati-hati. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap pasar berjalan beriringan dengan manajemen risiko agar modal tidak habis di tengah jalan.
"Kurang bijak kalau menganggap trading itu cara cepat kaya, karena kenyataannya tidak sesederhana itu. Pemula harus mau belajar dari nol untuk memahami pasar, dan yang tidak kalah penting harus mau bersabar menunggu hasilnya," jelasnya.
Di sisi lain, Kenneth memiliki target untuk membawa nama trader Indonesia ke audiens internasional. Ia ingin membangun pengenalan terhadap trader Indonesia melalui perjalanan yang ia bagikan secara terbuka.
"Tujuan utama saya adalah membuktikan bahwa perjalanan dari bawah juga bisa membuka pintu ke panggung yang lebih luas. Angka hanyalah bagian dari perjalanan itu," tutup Kenneth.
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]