Ini Risiko Finansial Kalau Tak Punya Asuransi

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
24 September 2026 16:57
Ilustrasi Asuransi (Photo by Kindel Media from Pexels)
Foto: Ilustrasi Asuransi (Photo by Kindel Media from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asuransi kerap dipandang sebagai biaya keuangan ekstra, bukan proteksi. Padahal asuransi berfungsi memberikan perlindungan terhadap risiko yang bisa saja mengakibatkan kekacauan finansial.

Direktur Kepatuhan sekaligus Plt. Direktur Utama Inhealth, Marihot H. Tambunan menjelaskan beberapa dampak finansial dapat terjadi ketika seseorang tidak memiliki asuransi.

"Dampak finansial paling buruk tentu apa yang dia punya habis, yang tidak bisa di-budget adalah kesehatan," ungkap dia dalam Cuap-Cuap Cuan CNBC Indonesia with Inhealth, dikutip Kamis (24/9/2026).

Sementara itu, ketika aset atau tabungan tidak habis, akan berdampak pada perencanaan keuangan. Marihot mencontohkan seseorang bisa mendapatkan imbal hasil dari jika tak ada biaya kesehatan yang dikeluarkan.

"Misalnya (biaya kesehatan) habis Rp 50 juta. Kalau dalam konteks perencanaan keuangan harus bisa menghasilkan, ada return-nya. Kalau dalam jangka panjang ada compounding," tambah Marihot.

Menurut dia, perusahaan asuransi memang dapat menjual produknya kepada nasabah dengan kondisi risiko kesehatan yang tinggi. Namun premi yang ditawarkan juga akan lebih tinggi. Untuk itu, Marihot mengimbau masyarakat membeli produk asuransi ketika masih dalam kondisi sehat.

"Jadi berasuransi ketika masih muda dan masih sehat. Perusahaan asuransi itu menanggung risiko yang tidak tahu kapan terjadinya," tutur dia.

Saat ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi semakin meningkat. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi sebesar 45,45% dan inklusi sebesar 28,50%.

Marihot juga menyebut bisnis asuransi mengalami pertumbuhan. Di mana seseorang yang memiliki asuransi bertujuan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, hingga asetnya.

"Kalau misalnya kita mengeluarkan Rp10, tetapi kita berpotensi mendapatkan perlindungan Rp100. Kita keluarkan Rp10 untuk mencegah risiko kehilangan Rp 100. Itu sederhananya," tegas dia.

"Dengan Rp10 ini kita sudah tenang. Dengan ketenangan ini, kita bisa produktif dan lebih nyaman hidup. Berbeda ketika khawatir. Itulah fungsi premi tadi," tambah Marihot.

Menurut dia, terdapat berbagai hal yang tak bisa diperkirakan, seperti risiko sakit hingga kecelakaan. Sehingga seseorang perlu mengantisipasi berbagai risiko tersebut.

"Kalau kita terus berjaga-jaga, kita stres. Untuk menghilangkan stres, kita perlu ketenangan pikiran. Diharapkan penyakit terkait ketenangan pikiran tidak muncul. Kalau sakit biayanya berapa," tutur dia.

Sebagai informasi, Inhealth merupakan anak perusahaan IFG Life dan bagian dari kelompok usaha Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi. Layanan asuransi kesehatan Inhealth didukung lebih dari 8.000 jaringan provider yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri, serta kantor perwakilan yang terdiri dari 12 Kantor Pemasaran; 11 Kantor Operasional; dan 34 Kantor Layanan.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tips Mengelola Risiko Finansial dalam Menjalankan Bisnis


Most Popular
Features