Economic Update

Video: DPR Respons Kenaikan Inflasi, Kontraksi PMI - Defisit Dagang RI

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Kamis, 02/07/2026 15:39 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketidakpastian global dan gejolak geopolitik masih menjadi isu yang mempengaruhi ekonomi global termasuk Indonesia. Di tengah lonjakan Harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok hingga tekanan nilai tukar Rupiah, Indonesia mencatatkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 naik menjadi 3,24% (yoy) imbas kenaikan Harga BBM dan tiket pesawat.

kinerja ekspor-impor Indonesia pada Mei 2026 mengalami deficit neraca perdagangan sebesar USD 1,61 Miliar akibat melebarnya defisit sektor migas. Begitu pula dengan Purchasing Managers' Index (PMI) yang pada Juni 2026 terkontraksi ke level 46,9

Menilik rilis data makro ekonomi RI, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebutkan indikasi ekonomi ini telah dan terus dicermati oleh pemerintah. Terkait defisit neraca dagang, hal ini tidak lepas dari dampak prioritas pemenuhan dalam negeri seperti turunnya ekspor batu bara hingga sawit yang ditujukan untuk pasokan dalam negeri sehingga defisit ini bagian konsekuensi yang sudah diperkirakan.

Misbakhun juga mengungkapkan salah satu hal yang mengkhawatirkan terkait kontraksi PMI manufaktur menjadi 46,9 karena terkait dengan perkembangan industri manufaktur RI. Sementara mengenai inflasi yang naik sudah diperkirakan imbas pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyebabkan kenaikan impor bahan baku industri yang berefek pada kenaikan Harga barang terkait

Menghadapi kondisi ini, DPR mendorong realisasi investasi asing ke Indonesia untuk mendorong kinerja industri manufaktur, meningkatkan pembukaan lapangan kerja hingga mendorong perekonomian.

Seperti apa DPR RI melihat kondisi perkembangan ekonomi RI? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun dalam Power Lunch, CNBC (Kamis, 02/07/2026)

Add as a preferred
source on Google