08:40
Video: Siasat BPD Genjot Kredit Saat BI Rate Naik & Rupiah Melemah
Jakarta, CNBC Indonesia- Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia di tengah gejolak geopolitik global dan pelemahan nilai tukar Rupiah menjadi salah satu pertimbangan yang menjadi perhatian perbankan termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar mengatakan BPD dalam menghadapi tantangan ekonomi 2026 ini terus menyesuaikan arah kebijakan dan tujuan bisnis BPD agar selera dengan kebijakan pemerintah dan regulator.
Saat suku bunga naik, BPD belum menaikkan suku bunga pinjaman guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah utamanya sektor ritel dan UMKM. Di sisi lain Bank Maluku Malut mendorong peningkatan sumber dana murah melalui tabungan dan giro.
Di tengah pemangkasan dana transfer daerah dan efisiensi pemerintah, BPD hadir mendorong ekonomi melalui pembiayaan ke Pembda dan UMKM dengan suku bunga yang baik.
Seperti apa strategi BPD mendorong pertumbuhan di tengah efisiensi anggaran pemerintah hingga kenaikan suku bunga dan pelemahan Rupiah? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 11/06/2026)
Addsource on Google