Cara Cerdas Mengelola THR PNS 2026 Agar Tidak Habis Sekejap
Jakarta, CNBC Indonesia - Antusiasme PNS, TNI, Polri, serta para pensiunan menyambut THR 2026 mulai memuncak dengan target penyaluran perdana diproyeksikan pada 26 Februari 2026.
Namun, kepastian ini masih menanti "lampu hijau" berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang menunggu kepulangan Presiden Prabowo Subianto dari perjalanan kenegaraan ke AS, Inggris, dan Yordania pada akhir pekan ini.
Di tengah penantian tersebut, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan: bagaimana cara mengelola THR 2026 agar tidak habis dalam waktu singkat?
Mengapa Banyak Orang Gagal Mengelola THR?
Secara psikologis, THR sering dianggap sebagai "uang kaget" atau bonus tambahan. Akibatnya, otak kita cenderung lebih impulsif untuk membelanjakannya dibandingkan gaji bulanan.
Ditambah lagi, tekanan sosial untuk tampil all-out saat mudik atau bagi-bagi angpau seringkali membuat kita lupa pada kewajiban finansial setelah Lebaran usai.
Agar THR Anda tidak hanya menjadi "angka yang numpang lewat", berikut adalah strategi alokasi THR paling realistis yang bisa Anda terapkan tahun ini.
Strategi Alokasi THR 2026: Rumus 4-3-2-1
Lupakan rumus kaku yang sulit diikuti. Untuk menghadapi inflasi dan gaya hidup tahun 2026, gunakan pembagian alokasi berikut:
1. 40% Untuk Kebutuhan Hari Raya (Konsumsi)
Pos ini mencakup tiket mudik, zakat fitrah, hampers untuk keluarga, hingga biaya jamuan di rumah. Ingat, Lebaran adalah momen silaturahmi, bukan ajang pamer kemewahan yang membebani kantong.
2. 30% Untuk Melunasi Kewajiban (Utang & PayLater)
Tahun 2026 adalah tahun di mana kita harus lebih bijak dengan utang digital. Gunakan THR untuk melunasi atau mencicil tagihan PayLater atau kartu kredit yang menumpuk dari bulan-bulan sebelumnya.
Ini adalah cara terbaik agar Anda bisa memulai bulan setelah Lebaran dengan "napas" yang lebih lega.
3. 20% Untuk Investasi & Tabungan
Jangan habiskan semuanya! Masukkan minimal 20% ke dalam instrumen investasi yang mudah dicairkan tapi tetap menguntungkan, seperti:
-
Reksa Dana Pasar Uang: Untuk dana darurat jangka pendek.
-
Emas Digital: Sebagai lindung nilai dari inflasi.
-
SBN (Sukuk Tabungan): Jika momen penawarannya pas dengan cairnya THR Anda.
4. 10% Untuk Dana Sosial & Self-Reward
Anda sudah bekerja keras sepanjang tahun. Tidak ada salahnya menyisihkan 10% untuk menyenangkan diri sendiri atau menambah anggaran sedekah di luar zakat wajib.
Simulasi Pengelolaan THR agar Lebih Mudah Diterapkan
Contoh Perhitungan THR Rp5 Juta
Jika seorang pekerja menerima THR sebesar Rp5 juta, maka sekitar Rp2 juta dapat digunakan untuk kebutuhan Lebaran. Sebesar Rp1,5 juta dialokasikan untuk membayar utang atau cicilan.
Selanjutnya, Rp1 juta dimasukkan ke tabungan atau investasi, sementara Rp500 ribu digunakan untuk kebutuhan sosial. Dengan pembagian ini, kebutuhan saat Lebaran tetap terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas keuangan setelahnya.
Cara Mengelola THRÂ Agar Tidak Habis Sia-sia
Selain pembagian persentase, lakukan tiga langkah preventif ini agar rencana Anda tidak berantakan:
A. Terapkan "Aturan 24 Jam"
Saat melihat barang diskon di marketplace tepat setelah THR cair, jangan langsung checkout. Tunggu 24 jam. Biasanya, setelah satu hari, keinginan impulsif itu akan berkurang dan logika Anda akan kembali bekerja.
B. Pisahkan Rekening THR
Jangan campur uang THR dengan rekening gaji utama. Gunakan dompet digital atau rekening bank tanpa biaya admin untuk menampung dana yang sudah dialokasikan ke pos-pos tertentu agar tidak terpakai secara tidak sengaja.
C. Prioritaskan Zakat dan Utang Terlebih Dahulu
Begitu uang masuk, segera bayarkan zakat dan cicilan utang. Dua hal ini adalah kewajiban yang jika ditunda akan membuat sisa uang Anda terasa "cepat habis" karena merasa masih memiliki saldo banyak.
(dag/dag) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]