10 Peluang Usaha di Desa 2026 yang Potensial dan Menguntungkan

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
12 February 2026 15:32
Ilustrasi desa.
Foto: Ilustrasi desa. (Dok. Freepik)

5. Warung Sembako Skala Kecil

Warung sembako merupakan salah satu usaha paling stabil dan minim risiko di desa karena menjual kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.

Permintaan terhadap barang kebutuhan dasar cenderung tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi, sehingga usaha ini memiliki arus penjualan yang relatif konsisten.

Keunggulan lainnya adalah usaha warung sembako dapat dimulai dari rumah tanpa perlu menyewa tempat.

Dengan modal kecil dan pengelolaan stok yang tepat, warung sederhana bisa berkembang menjadi sumber penghasilan utama dalam jangka panjang.

Daftar Sembako yang Paling Laku di Desa

Berikut jenis barang yang umumnya menjadi produk utama warung sembako:

Bahan makanan pokok

  • Beras (kemasan kecil dan besar)

  • Minyak goreng

  • Gula pasir

  • Garam

  • Tepung terigu

  • Mie instan

  • Telur

  • Kecap dan saus

  • Santan instan

  • Kopi dan teh

Bumbu dapur dasar

  • Bawang merah

  • Bawang putih

  • Cabai

  • Penyedap rasa atau kaldu bubuk

Kebutuhan harian rumah tangga

  • Air mineral kemasan

  • Gas LPG 3 kg

  • Sabun mandi

  • Sabun cuci piring

  • Deterjen

  • Pasta gigi dan sikat gigi

  • Tisu

  • Pembalut

Produk tambahan yang sering laku

  • Pulsa dan paket data

  • Air galon isi ulang

  • Snack atau makanan ringan

  • Es batu

  • Rokok (jika sesuai dengan target pasar)

Menjual kombinasi kebutuhan makanan dan kebutuhan rumah tangga akan meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan.

Estimasi Modal Awal Usaha Sembako

Untuk warung skala kecil:

  • Beras dan bahan pokok: Rp800.000 - Rp1.200.000

  • Minyak, gula, mie instan, telur: Rp500.000 - Rp800.000

  • Sabun, deterjen, dan kebutuhan rumah tangga: Rp300.000 - Rp600.000

  • Rak sederhana dan wadah: Rp200.000 - Rp400.000

Total modal awal: sekitar Rp1-3 juta

Modal bisa ditambah secara bertahap sesuai perkembangan penjualan.

Potensi Keuntungan

Margin keuntungan warung sembako biasanya berkisar 5-15% per produk.

Jika omzet harian mencapai Rp500.000:

  • Keuntungan bersih sekitar Rp50.000 - Rp150.000 per hari

  • Dalam sebulan bisa mencapai Rp1,5-4 juta tergantung volume penjualan

Keuntungan akan lebih besar jika ditambah produk tambahan seperti pulsa, gas, atau air galon.

 

Cara Memulai Warung Sembako untuk Pemula

  1. Mulai dari produk yang paling sering dibeli: Fokus pada beras, minyak, mie instan, gula, dan telur.

  2. Beli stok dalam jumlah kecil terlebih dahulu: Amati barang mana yang paling cepat habis.

  3. Gunakan sistem pencatatan sederhana: Catat barang masuk, keluar, dan keuntungan harian.

  4. Atur display agar rapi dan mudah dilihat: Warung yang bersih dan tertata akan lebih menarik pembeli.

Strategi Agar Warung Sembako Cepat Ramai

  • Buka lebih pagi dan tutup lebih malam dibanding pesaing

  • Sediakan kemasan eceran (minyak, beras, gula per ukuran kecil)

  • Berikan layanan pesan antar untuk tetangga dekat

  • Jaga keramahan dan hubungan baik dengan pelanggan

  • Sediakan layanan hutang terbatas untuk pelanggan terpercaya

Di desa, kepercayaan dan kedekatan sosial menjadi faktor penting dalam keberhasilan usaha.

Risiko Usaha Warung Sembako yang Perlu Diperhatikan

  • Stok menumpuk karena salah memilih produk

  • Barang kedaluwarsa

  • Modal terpakai untuk kebutuhan pribadi

  • Hutang pelanggan yang tidak terkontrol

Untuk mengurangi risiko, sebaiknya:

  • Pisahkan uang usaha dan uang pribadi

  • Batasi sistem hutang

  • Cek tanggal kedaluwarsa secara rutin

Potensi Pengembangan Usaha

Jika penjualan sudah stabil, warung sembako bisa dikembangkan menjadi:

  • Agen gas LPG dan air galon

  • Penjualan pulsa dan pembayaran listrik/token

  • Menambah freezer untuk es krim atau minuman dingin

  • Menjadi distributor kecil untuk warung lain

Dengan pengelolaan yang konsisten, warung sembako yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi toko kebutuhan harian yang lebih besar dan menghasilkan pendapatan jangka panjang.

 

6. Usaha Toko Bangunan di Desa

Usaha toko bangunan merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan di desa. Berbeda dengan usaha musiman, kebutuhan material bangunan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, karena masyarakat desa terus melakukan pembangunan, renovasi, maupun perbaikan rumah.

Mengapa Usaha Toko Bangunan Cocok di Desa?

1. Kebutuhan Selalu Ada

Masyarakat desa rutin melakukan:

  • Renovasi rumah

  • Pembangunan rumah baru

  • Perbaikan atap, lantai, atau pagar

  • Pembangunan kandang ternak

  • Pembuatan gudang hasil panen

  • Pembangunan fasilitas umum (mushola, pos ronda, dll.)

Karena itu, permintaan bahan seperti semen, pasir, paku, dan cat selalu ada sepanjang tahun.

2. Minim Persaingan

Di banyak desa, toko bangunan masih terbatas. Bahkan tidak jarang masyarakat harus membeli ke kota atau kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Jika Anda membuka toko bangunan di lokasi strategis, peluang menjadi supplier utama desa sangat besar.

3. Margin Keuntungan Stabil

Rata-rata keuntungan toko bangunan:

  • Semen: Rp3.000-Rp7.000 per sak

  • Cat: margin 10-20%

  • Besi dan baja ringan: margin 5-15%

  • Peralatan kecil (paku, kuas, dll.): margin hingga 30%

Modal Awal Usaha Toko Bangunan Skala Desa

Modal bisa disesuaikan dengan skala usaha:

Skala Kecil (Rp10-25 juta)

Produk yang dijual:

  • Semen

  • Paku berbagai ukuran

  • Pasir dan batu (sistem titip dari supplier)

  • Cat tembok

  • Kuas, roll cat

  • Ember dan alat tukang sederhana

Skala Menengah (Rp30-70 juta)

Tambahan produk:

  • Besi beton

  • Baja ringan

  • Triplek dan papan

  • Keramik

  • Lem, sealant, dan bahan finishing

Skala Besar (Rp100 juta ke atas)

Produk lengkap:

  • Semua bahan konstruksi

  • Alat listrik (gerinda, bor)

  • Tangki air

  • Pipa PVC lengkap

  • Genteng, batako, dan material berat

 

Daftar Produk yang Paling Laris di Desa

Material Utama

  • Semen

  • Pasir

  • Batu split

  • Batu bata / batako

  • Besi beton

Material Struktur

  • Baja ringan

  • Kawat bendrat

  • Triplek

  • Papan kayu

Material Finishing

  • Cat tembok

  • Cat kayu dan besi

  • Thinner

  • Kuas dan roller

Peralatan Tukang

  • Palu

  • Gergaji

  • Meteran

  • Obeng

  • Sekop

Instalasi Air dan Listrik

  • Pipa PVC

  • Lem pipa

  • Stop kontak

  • Kabel listrik

  • Saklar

Produk-produk kecil seperti paku, lem, dan alat tangan biasanya memberikan margin lebih tinggi dibanding material besar.

Tips Memulai Usaha Toko Bangunan dari Nol

1. Mulai dari Produk Paling Dibutuhkan

Tidak perlu langsung lengkap. Fokus pada:

  • Semen

  • Paku

  • Cat

  • Pipa

  • Alat tukang dasar

Setelah pelanggan bertambah, baru tambahkan stok.

2. Cari Supplier dengan Harga Terbaik

Cari distributor resmi di kota terdekat. Bandingkan:

  • Harga grosir

  • Sistem pengiriman

  • Minimal pembelian

  • Diskon pembelian rutin

Semakin murah harga beli, semakin besar keuntungan.

3. Sediakan Sistem Pesanan

Untuk barang besar seperti:

  • Pasir

  • Batu

  • Besi panjang

  • Baja ringan

Anda bisa menggunakan sistem pre-order agar tidak perlu stok banyak di awal.

4. Pilih Lokasi Strategis

Lokasi terbaik:

  • Pinggir jalan utama desa

  • Dekat proyek pembangunan

  • Dekat area perumahan baru

  • Mudah dilalui kendaraan pickup atau truk

 

Strategi Agar Toko Bangunan Cepat Ramai

1. Beri Layanan Antar

Banyak pelanggan desa membutuhkan pengiriman ke rumah. Layanan antar bisa menjadi nilai tambah dan membuat pelanggan loyal.

2. Sistem Hutang Terbatas

Beberapa toko bangunan desa berkembang pesat karena memberikan:

  • Sistem tempo untuk tukang

  • Pembayaran setelah proyek selesai

Namun tetap batasi agar tidak mengganggu arus kas.

3. Bangun Relasi dengan Tukang dan Kontraktor

Tukang adalah pelanggan utama. Jika mereka cocok dengan toko Anda, mereka akan merekomendasikan ke banyak proyek.

4. Pasang Spanduk dan Promosi Lokal

Promosi sederhana:

  • Spanduk besar di depan toko

  • Informasi di grup WhatsApp desa

  • Kerja sama dengan kepala dusun atau RT

 

Estimasi Keuntungan Usaha Toko Bangunan

Contoh simulasi sederhana, Jika penjualan harian:

  • 20 sak semen x Rp5.000 margin = Rp100.000

  • Cat dan alat kecil = Rp150.000 margin

  • Paku, lem, dan perlengkapan = Rp100.000

Total keuntungan harian: Rp350.000

Dalam sebulan: Rp350.000 x 30 hari = Rp10,5 juta

Jika skala usaha meningkat, keuntungan bisa mencapai Rp20-50 juta per bulan.

Tantangan Usaha Toko Bangunan di Desa

1. Modal Stok Besar

Material bangunan membutuhkan modal cukup besar. Solusinya:

  • Mulai dari produk kecil

  • Gunakan sistem pesanan

2. Barang Berat dan Butuh Gudang

Pastikan tersedia:

  • Area penyimpanan kering

  • Rak untuk barang kecil

  • Tempat khusus semen agar tidak lembap

3. Persaingan Harga

Jika ada pesaing, fokus pada:

  • Pelayanan

  • Ketersediaan barang

  • Pengiriman cepat

Peluang Pengembangan Jangka Panjang

Jika usaha berkembang, Anda bisa menambah layanan:

  • Jasa pengiriman material proyek

  • Penyewaan alat tukang

  • Penjualan material proyek skala besar

  • Menjadi distributor ke toko kecil

  • Jual bahan bangunan online lokal

  • Menyediakan paket bangun rumah sederhana

Bahkan banyak toko bangunan desa yang berkembang menjadi usaha ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun.

7. Usaha Jasa Pangkas Rambut

Di banyak desa, jumlah barbershop modern masih terbatas. Sebagian masyarakat masih mengandalkan tukang cukur tradisional. Jika dikelola dengan konsep yang lebih rapi, bersih, dan pelayanan yang baik, usaha pangkas rambut memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi langganan tetap warga sekitar.

Mengapa Usaha Pangkas Rambut Cocok di Desa?

1. Kebutuhan Rutin dan Berulang

Rata-rata pria memotong rambut setiap:

  • 2-4 minggu sekali (dewasa)

  • 2-3 minggu sekali (anak-anak)

Artinya, pelanggan akan datang kembali secara berkala. Jika dalam satu desa terdapat ratusan pria, potensi pasar sangat besar.

2. Modal Relatif Kecil

Dibanding usaha lain, jasa pangkas rambut bisa dimulai dengan modal minim, bahkan di bawah Rp5 juta untuk skala sederhana.

3. Risiko Kecil

Tidak ada risiko barang kadaluarsa atau rusak seperti usaha makanan. Selama keterampilan terjaga, usaha bisa berjalan dalam jangka panjang.

4. Persaingan Masih Rendah

Di desa, jumlah barbershop modern masih sedikit. Peluang terbuka jika menawarkan:

  • Tempat yang bersih

  • Hasil potongan rapi

  • Pelayanan ramah

Estimasi Modal Awal Usaha Pangkas Rambut

Skala Sederhana (Rp2-5 juta)

Peralatan dasar:

  • Mesin cukur listrik: Rp300.000 - Rp800.000

  • Gunting dan sisir: Rp100.000 - Rp300.000

  • Cermin besar: Rp150.000 - Rp300.000

  • Kursi pelanggan: Rp300.000 - Rp1.000.000

  • Meja kecil: Rp100.000 - Rp300.000

  • Handuk dan kain penutup: Rp100.000 - Rp200.000

  • Bedak dan minyak rambut: Rp100.000

Tempat bisa menggunakan:

  • Teras rumah

  • Ruang kosong di rumah

  • Kios kecil

Skala Menengah (Rp7-15 juta)

Tambahan:

  • Kursi barber hidrolik

  • Mesin cukur cadangan

  • Hair dryer

  • Rak peralatan

  • Interior sederhana

  • Lampu dan dekorasi

Tarif Pangkas Rambut di Desa

Rata-rata harga:

  • Anak-anak: Rp8.000 - Rp12.000

  • Dewasa: Rp10.000 - Rp20.000

  • Model khusus (fade, undercut, dll.): Rp20.000 - Rp30.000

Jika dalam sehari melayani:

  • 20 pelanggan x Rp12.000 = Rp240.000

Maka estimasi pendapatan bulanan: Rp240.000 x 30 hari = Rp7,2 juta

Jika pelanggan meningkat menjadi 30-40 orang per hari, penghasilan bisa mencapai Rp10-15 juta per bulan.

Model Layanan yang Paling Laris di Desa

1. Potong Rambut Pria Standar

Model yang sering diminta:

  • Potong pendek rapi

  • Cepak

  • Belah samping

  • Model sekolah

2. Model Modern yang Mulai Diminati

  • Undercut

  • Fade

  • Taper

  • Pompadour

  • French crop

Menawarkan model kekinian bisa menarik pelanggan muda.

3. Layanan Tambahan

Untuk menambah penghasilan:

  • Cuci rambut (+Rp5.000)

  • Creambath sederhana

  • Hair styling

  • Cukur jenggot atau kumis

  • Pijat kepala ringan

Tips Agar Usaha Pangkas Rambut Cepat Ramai

1. Jaga Kebersihan dan Kerapian

Hal yang sangat diperhatikan pelanggan:

  • Lantai bersih dari rambut

  • Alat steril dan rapi

  • Handuk bersih

  • Tempat nyaman

2. Pelayanan Ramah

Sikap yang membuat pelanggan kembali:

  • Menyapa dengan sopan

  • Mendengarkan permintaan model

  • Memberikan saran model yang cocok

3. Lokasi Strategis

Tempat terbaik:

  • Pinggir jalan utama desa

  • Dekat sekolah

  • Dekat pasar

  • Dekat area pemukiman padat

4. Promosi Sederhana

Promosi efektif di desa:

  • Spanduk jelas di depan

  • Info di grup WhatsApp warga

  • Diskon pembukaan

  • Promo khusus pelajar

Keterampilan yang Perlu Dikuasai

Jika belum memiliki kemampuan, bisa belajar melalui:

  • Kursus pangkas rambut (biaya Rp500.000-Rp2 juta)

  • Belajar dari barber berpengalaman

  • Tutorial online

  • Latihan pada teman atau keluarga

Kemampuan yang penting:

  • Teknik dasar potong

  • Penggunaan mesin cukur

  • Teknik fade dan gradasi

  • Finishing yang rapi

Strategi Menarik Pelanggan Tetap

1. Program Langganan

Contoh:

  • Potong 5 kali gratis 1 kali

  • Diskon pelanggan tetap

2. Jam Operasional Fleksibel

Banyak pelanggan datang:

  • Sore hari

  • Malam setelah kerja

Buka hingga pukul 20.00-21.00 bisa meningkatkan pendapatan.

3. Sediakan Hiburan Sederhana

Misalnya:

  • Musik

  • Televisi

  • Kipas angin atau AC kecil

Peluang Pengembangan Usaha

Jika usaha sudah stabil, bisa berkembang menjadi:

  • Barbershop modern

  • Menambah karyawan

  • Menjual pomade dan produk rambut

  • Menyediakan layanan home service

  • Membuka cabang di desa lain

  • Menyediakan paket potong untuk acara (khitanan, sekolah, dll.)

Dengan manajemen yang baik, usaha ini bisa berkembang menjadi bisnis jangka panjang yang menguntungkan.

Tantangan Usaha Pangkas Rambut di Desa

  1. Pendapatan menurun saat musim hujan atau panen sepi

  2. Persaingan jika muncul barber baru

  3. Keterampilan harus terus ditingkatkan

  4. Konsistensi kualitas layanan

Solusinya:

  • Terus belajar model terbaru

  • Jaga kualitas potongan

  • Bangun hubungan baik dengan pelanggan

(dag/dag)


Most Popular
Features