Cara Menabung untuk Berangkat Umrah di 2026
Daftar Isi
- Berapa Biaya umrah yang Harus Dijadikan Target?
- Mengapa Banyak Orang Gagal Menabung untuk umrah?
- Prinsip Utama Menabung untuk umrah
- Cara Menabung untuk umrah Langkah demi Langkah
- Simulasi Menabung untuk umrah Berdasarkan Kondisi Nyata
- Menabung untuk umrah Saat Masih Punya Utang
- Menabung Dulu atau DP umrah Dulu?
- Menabung umrah Pakai Apa yang Paling Aman?
- Menghadapi Godaan Selama Menabung umrah
- Jika Gagal di Tengah Jalan, Apa yang Harus Dilakukan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap kali melihat orang lain berangkat umrah, ada satu perasaan yang sulit dijelaskan. Bukan iri, tapi harap. Harap suatu hari bisa berada di tempat yang sama.
Masalahnya, ketika melihat kondisi keuangan sendiri, harap itu sering terasa terlalu jauh. Gaji pas-pasan. Kebutuhan banyak. Tabungan sering habis di tengah jalan. Padahal, jika melihat lebih dekat, sebagian besar jamaah umrah bukan orang kaya. Mereka hanya orang biasa yang memulai lebih dulu, meski dengan angka kecil.
Dalam proses itulah, menabung umrah menuntut beberapa hal mendasar:
Perencanaan yang jelas dan realistis
Pengendalian diri dari godaan jangka pendek
Kesabaran, sekaligus keberanian untuk menjadikan umrah sebagai prioritas hidup
Banyak orang gagal bukan karena penghasilannya kecil. Kegagalan justru sering terjadi karena:
Tidak memiliki sistem yang jelas
Tidak tahu arah dan target yang dituju
dan tidak benar-benar menempatkan umrah sebagai tujuan nyata, bukan sekadar wacana
Ketika niat tidak diikuti sistem, menabung akan mudah terhenti di tengah jalan.
Berapa Biaya umrah yang Harus Dijadikan Target?
Langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum mulai menabung adalah berdamai dengan angka yang realistis. Menghindari kenyataan justru membuat rencana semakin rapuh.
Saat ini, secara umum, kisaran biaya umrah adalah:
Umrah reguler: Rp28 juta - Rp35 juta
Umrah plus atau musim ramai: bisa lebih tinggi dari itu
Banyak orang gagal sejak awal karena melakukan kesalahan yang sama, yaitu:
mengambil patokan dari angka promo yang jarang benar-benar tersedia
tidak memperhitungkan kenaikan harga dari tahun ke tahun
menunda dengan harapan biaya umrah akan turun suatu hari nanti
Padahal, faktanya biaya umrah cenderung terus naik seiring waktu, dipengaruhi oleh:
fluktuasi kurs mata uang
biaya penerbangan internasional
akomodasi di Makkah dan Madinah
serta regulasi dari pemerintah Arab Saudi
Karena itulah, strategi yang lebih masuk akal bukanlah menunggu harga murah, melainkan mengejar waktu dan memulai lebih awal.
Mengapa Banyak Orang Gagal Menabung untuk umrah?
Sebelum membahas strategi teknis, penting untuk membongkar penyebab kegagalan yang paling sering terjadi. Tanpa memahami ini, kesalahan yang sama akan terus terulang.
1. Menabung Tanpa Tujuan Waktu
Menabung tanpa target keberangkatan membuat dana umrah terasa abstrak. Akhirnya, tabungan hanya menjadi simpanan biasa yang mudah terpakai untuk kebutuhan lain.
2. Mengandalkan Sisa Uang
Menunggu sisa uang hampir selalu berujung pada ketidakkonsistenan. Ketika kebutuhan meningkat, umrah selalu berada di urutan terakhir.
3. Tidak Memisahkan Dana
Dana umrah yang bercampur dengan uang harian sangat rentan bocor. Sekali terpakai, biasanya akan terpakai lagi.
4. Terlalu Fokus pada Nominal Besar
Banyak orang menyerah karena merasa nominalnya terlalu kecil. Padahal, yang paling menentukan keberhasilan adalah konsistensi, bukan jumlah awal.
Prinsip Utama Menabung untuk umrah
Sebelum berbicara soal teknis, ada satu prinsip yang perlu dipahami sejak awal: umrah tidak datang kepada orang yang menunggu, tetapi kepada orang yang memulai.
Banyak jamaah yang akhirnya berangkat bukan karena:
Gaji mereka tiba-tiba naik drastis
atau mendapatkan rezeki besar secara instan
Sebaliknya, mereka berangkat karena mampu menjaga niat dan melakukan rutinitas kecil secara konsisten dalam waktu yang lama. Langkahnya sederhana, tetapi dijaga dengan kesabaran.
Cara Menabung untuk umrah Langkah demi Langkah
1. Tentukan Target Waktu Keberangkatan
Kesalahan umum saat menabung adalah langsung fokus pada nominal besar. Padahal, pendekatan yang lebih efektif adalah memulai dari waktu.
Contohnya:
Target berangkat: 4 tahun
Target dana: Rp32 juta
Waktu menabung: 48 bulan
Tabungan per bulan: ±Rp667.000
Dengan adanya target waktu:
Otak lebih mudah menerima rencana
Komitmen terasa lebih nyata
Strategi menabung bisa disesuaikan dengan kondisi hidup
Target waktu membuat tujuan yang terasa jauh menjadi lebih terukur.
2. Buat Rekening Khusus umrah
Agar dana tidak mudah terpakai, sebaiknya buat rekening khusus dengan karakter:
Terpisah dari rekening utama
Tanpa kartu debit
Tidak terhubung dengan e-wallet
Tidak digunakan untuk transaksi lain
Perlakukan dana ini sebagai amanah, bukan tabungan fleksibel yang bisa diambil kapan saja.
3. Bayar umrah di Awal, Bukan di Akhir
Begitu gaji atau penghasilan masuk:
Sisihkan dana umrah terlebih dahulu
Baru atur kebutuhan hidup lainnya
Bukan sebaliknya:
Memenuhi kebutuhan dulu
Lalu berharap ada sisa untuk umrah
Prinsip ini terlihat sederhana, tetapi sering menjadi pembeda antara rencana yang berjalan dan rencana yang berhenti di tengah jalan.
4. Mulai dari Nominal yang Tidak Menyiksa
Tidak perlu memaksakan diri dengan angka besar jika itu justru membuat Anda berhenti. Lebih baik memulai dari nominal kecil tetapi konsisten.
Contoh yang realistis:
Rp10.000 per hari
Rp50.000 per minggu
Rp300.000-500.000 per bulan
Yang terpenting bukan besar kecilnya nominal, tetapi tidak pernah berhenti sama sekali.
Simulasi Menabung untuk umrah Berdasarkan Kondisi Nyata
Agar lebih membumi, berikut gambaran sederhana yang sering terjadi di kehidupan nyata.
Simulasi Gaji Rp3.000.000
Tabungan: Rp300.000 per bulan
Waktu: ±8-9 tahun untuk mencapai target
Simulasi Gaji Rp5.000.000
Tabungan: Rp700.000 per bulan
Waktu: ±3,5-4 tahun
Simulasi Penghasilan Tidak Tetap
Gunakan persentase 5-10% dari setiap pemasukan
Menabung setiap kali ada penghasilan
Fokus pada konsistensi, bukan kecepatan
Semua skenario ini bukan teori ideal, melainkan praktik yang banyak terjadi di lapangan.
Menabung untuk umrah Saat Masih Punya Utang
Topik ini sensitif, tetapi sangat penting untuk dibahas secara jujur.
Secara realistis:
utang konsumtif besar dan mendesak sebaiknya diprioritaskan untuk dilunasi
utang ringan dan masih terkendali masih memungkinkan menabung kecil untuk umrah
Hal yang perlu dihindari:
menambah utang baru
memaksakan DP umrah tanpa kesiapan
mengorbankan kebutuhan keluarga
Ibadah seharusnya membawa ketenangan, bukan tekanan baru.
Menabung Dulu atau DP umrah Dulu?
Menabung dulu biasanya lebih aman jika:
penghasilan belum stabil
belum memiliki dana darurat
disiplin finansial masih perlu dibangun
Sementara DP umrah bisa dipertimbangkan jika:
arus kas sudah stabil
terbiasa menabung secara rutin
siap secara mental dan finansial
Euforia promo sering kali menggoda, tetapi kesiapan tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Menabung umrah Pakai Apa yang Paling Aman?
Tabungan Biasa
aman dan mudah diakses
likuid
cocok untuk jangka pendek
Emas
cocok untuk jangka menengah
relatif lebih tahan terhadap inflasi
tetap membutuhkan disiplin
Investasi Berisiko
tidak disarankan untuk tujuan umrah
karena tujuan utama adalah kepastian, bukan imbal hasil
Pendekatan terbaik adalah memilih cara yang sederhana, aman, dan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Menghadapi Godaan Selama Menabung umrah
Dalam praktiknya, godaan terbesar bukan berasal dari biaya umrah itu sendiri, melainkan dari:
gaya hidup
tekanan sosial
keinginan jangka pendek
Beberapa strategi mental yang bisa membantu:
terus mengingat tujuan jangka panjang
membayangkan momen keberangkatan
menghindari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain
Jika Gagal di Tengah Jalan, Apa yang Harus Dilakukan?
Gagal bukan akhir dari segalanya. Banyak jamaah yang akhirnya berangkat pernah:
berhenti menabung
memakai dana yang sudah terkumpul
kehilangan motivasi
Yang membedakan mereka adalah satu hal sederhana: mereka memulai lagi. Memulai lagi selalu lebih baik daripada berhenti selamanya.
(dag/dag)[Gambas:Video CNBC]