Strategi Mengelola Keuangan untuk Gen Z

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
02 January 2026 15:41
gen z
Foto: gen z
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki 2026, resolusi keuangan menjadi agenda penting bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja. Di tengah gaji pertama, gaya hidup digital, dan godaan langganan bulanan, pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi pondasi penting untuk masa depan finansial yang lebih stabil.

Berikut beberapa cara mengelola keuangan yang dapat diterapkan oleh Gen Z di tengah dinamika ekonomi saat ini.

1. Catat Pengeluaran

Mencatat pengeluaran merupakan langkah paling dasar dalam pengelolaan keuangan, khususnya bagi Gen Z dan lulusan baru yang mulai beradaptasi dengan penghasilan tetap.

Pengeluaran kecil yang dilakukan secara rutin seringkali tidak disadari, namun jika diakumulasi dapat menggerus pendapatan bulanan. Dengan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, individu dapat memahami pola belanja, mengendalikan pemborosan, serta menyusun perencanaan keuangan yang lebih terukur.

2. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat berperan sebagai penyangga keuangan ketika terjadi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak. Bagi fresh graduate yang belum memiliki aset memadai, ketiadaan dana darurat dapat memicu tekanan finansial.

Oleh karena itu, menyisihkan sebagian pendapatan secara bertahap untuk membangun dana darurat menjadi prioritas utama dalam resolusi keuangan.

3. Hapus Pengeluaran yang Tidak Penting

Pengeluaran tidak penting sering kali berasal dari kebiasaan yang jarang disadari, seperti langganan layanan digital yang jarang digunakan. Jika dibiarkan, pengeluaran ini dapat mengurangi ruang untuk menabung atau memenuhi kebutuhan yang lebih penting.

Melakukan evaluasi rutin dan menghentikan langganan yang tidak esensial menjadi langkah efektif untuk memperbaiki arus kas tanpa mengorbankan kebutuhan utama.

4. Buat Target Keuangan yang Realistis

Menetapkan target keuangan yang realistis membantu resolusi keuangan lebih mudah dijalankan. Target yang sesuai dengan kondisi pendapatan dan kebutuhan akan mendorong konsistensi dalam pengelolaan keuangan.

Pengelolaan keuangan dapat dimulai dengan membuat catatan pengeluaran bulanan secara sederhana. Pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan utama seperti makan, transportasi, serta tabungan. Dengan pembagian yang jelas, arus kas menjadi lebih terpantau dan risiko pengeluaran berlebihan dapat diminimalkan.

5. Mulai Berinvestasi

Investasi menjadi langkah lanjutan dalam membangun keuangan jangka panjang. Bagi Gen Z dan lulusan baru, investasi dapat dimulai dengan nominal kecil dan disesuaikan dengan kemampuan. Salah satu pilihan awal adalah reksa dana, yang dikelola oleh manajer investasi dan memungkinkan diversifikasi dengan risiko yang lebih terukur.

Reksa dana juga tersedia dalam beberapa jenis, mulai dari reksa dana pasar uang yang berisiko rendah, reksa dana pendapatan tetap dengan risiko menengah, hingga reksa dana saham yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi. Dengan memilih jenis reksa dana sesuai profil risiko, investor pemula dapat mulai berinvestasi secara lebih terukur tanpa harus memantau pasar setiap hari.

Mengelola keuangan bukan berarti menekan diri secara berlebihan. Keseimbangan antara menabung, berinvestasi, dan menikmati hasil kerja menjadi kunci agar perencanaan keuangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jangan Sampai Nyesel! Ini 2 Tips Keuangan Sebelum Menikah


Most Popular
Features